Unikama Tuan Rumah Rakor Bapomi

  • 14-08-2019 / 18:41 WIB
  • Kategori:Kampus
Unikama Tuan Rumah Rakor Bapomi

MALANGPOSTONLINE.COM - Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus BAPOMI tersebut digelar di Auditorium Multikultural, Rabu (14/8), siang tadi.

Ketua Umum BAPOMI Jawa Timur Dr. Mu'arifin, M.Pd, mengatakan, rapat koordinasi dilaksanakan dalam rangka menyongsong POMNAS 2019, yang akan digelar di Jakarta, September mendatang. "Semoga dengan rapat koordinasi ini BAPOMI Jatim semakin solid," ucapnya kepada Malangpostonline.com.

Mu'arifin menuturkan, rapat kordinasi kali ini membahas dua hal utama. Pertama, membahas cara mengidentifikasi potensi Jatim. Yang paling utama identifikasi SDM dengan melakukan seleksi-seleksi di tingkat daerah.

"Tujuannya untuk menjaring potensi yang ada di Perguruan Tinggi, karena juara tingkat Jatim tidak otomatis menjadi duta ke nasional," tuturnya.

Tujuan kedua rapat kordinasi yaitu untuk mengatur dan mengembangkan strategi dalam mencapai Terget POMNAS 2019. Sebab orientasi tahun ini adalah prestasi. Di luar kendala yang dialami kampus selama ini tentang pendanaan atlet, BAPOMI Jatim telah melakukan beberapa upaya agar meringankan beban kampus. Diantaranya meminta dukungan ke pemerintah provinsi, Ketua KONI dan sponsor. Sebab biaya untuk POMNAS cukup besar. Satu atlet butuh tujuh juta rupiah. "Jika ada 100 atlet, tentu butuh 700 juta. Dan ini tentunya berat kalau dibebankan ke kampus," kata dia.

Sementara itu, Rektor UNIKAMA, Dr. Pieter Sahertian, M.Si berharap rapat kordinasi BAPOMI Jatim dapat menghasilkan terobosan yang strategis untuk mengantarkan atlet kampus Jawa Timur mencapai target yang diinginkan. "Semoga dengan rapat koordinasi ini bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk menyongsong POMNAS 2019 dan mampu mencapai target yang ditentukan," ucapnya.

Demi kemajuan meningkatkan kualitas atlet di kampus, Pieter memberikan saran agar dalam proses seleksi mahasiswa baru olahraga juga memperhatikan kompetensi olahraganya. Sebab selama ini yang menjadi acuan pertama hanya kemampuan akademik saja.  "Semoga kedepannya nilai olahraga menjadi indikator kompetensi dalam proses penerimaan mahasiswa baru," tambahnya. (imm/oci/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU