Peringati HUT RI, 4.900 Maba UM Bentuk Formasi Paper Mob 74 th

  • 17-08-2019 / 10:28 WIB
  • Kategori:Kampus
Peringati HUT RI, 4.900 Maba UM Bentuk Formasi Paper Mob 74 th

MALANGPOSTONLINE.COM - Sejumlah 4.900 mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Malang (UM) berbaris menyusun formasi membentuk pola bendera merah putih dan pola 74 tahun, untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Stadion Cakrawala UM, Jumat (16/8).

"Kita ada 8 pola, untuk intro itu membentuk angka 3,2, dan 1. Kemudian ada pola bendera merah putih, 74 th kemerdekaan, logo UM, 65 th UM, dan logo PKKMB," kata perwakilan BEM UM, Nur Irene Siswandari pada Malangpostonline.com, Sabtu (17/8).

Paper Mob tersebut terdiri dari enam warna berbeda yakni merah, putih, hitam, biru tua, hijau muda, dan kuning. Pembentukan pola tersebut dibantu juga oleh setidaknya 129 panitia dari berbagai elemen di UM, baik itu dari organisasi mahasiswa maupun dari panitia PK2MB.

Lebih lanjut, persiapan dalam pembentukan paper mob kali ini dilakukan pada hari yang sama. "Latihan dan eksekusinya dilakukan dilakukan pada tanggal 16 kemarin. Berhubung kemarin sudah langsung jadi, akhirnya hari ini hanya flasmob setelah upacara bendera memperingati Kemerdekaan Indonesia," lanjutnya.

Usai melaksanakan upacara 17 Agustus yang dipimpin langsung oleh Rektor UM Prof. Dr. AH Rofi'uddin, M.Pd, para maba UM yang masih berada didalam rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) sejak 13 Agustus lalu ini, melakukan tarian flash mob dengan diiringi lagu jingle PK2MB UM.

"Kami kemarin berinisiatif untuk buat flashmob. Lagunya dari jingle PKKMB yang sudah ada sejak PK2MB tahun 2017, namun kemudian diaransemen ulang," imbuhnya.

Sementara itu, pada pelaksanaan Upacara 17 Agustus di UM, Rektor UM Prof. Rofi'uddin menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh peserta upacara yang terdiri dari para mahasiswa baru, para mahasiswa asing, dan juga seluruh dosen dan karyawan UM.

"Sumber Daya Manusia (SDM) unggul adalah prasyarat mutlak kemajuan bangsa. Demikian juga UM, maju tidaknya UM sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang ada di dalamnya," tandasnya.

Prof. Rofi'uddin juga menyebut, bahwa ibarat sebuah negara, tua atau mudanya tidak menjamin kemajuan suatu bangsa. Negara-negara yang telah lebih dulu berdiri  namun SDMnya belum mumpuni, maka dijamin bangsanya sulit mengalami kemajuan.

Sebaliknya, negara-negara yang baru berdiri seperti Australia, Selandia Baru, dan Singapura, justru lebih maju. Sebab mereka memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik dan mumpuni. "Faktor pembedanya memang kualitas SDM yang dimilikinya," sambungnya.

Untuk itu, ia berpesan untuk seluruh SDM di UM agar selalu belajar untuk memperbaiki kualitas diri. Kemudian, pada kesempatan yang Prof. Rofi'uddin memberikan penghargaan kepada para mahasiswa, dosen, dan karyawan berprestasi. Termasuk juga pada para Kafilah UM yang merebut juara umum pada ajang MTQMN beberapa waktu lalu.(Mg3/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU