Rieke Diah Pitaloka Bersama BEM IBU Ucapkan Sumpah Pemuda

  • 22-08-2019 / 11:42 WIB
  • Kategori:Kampus
Rieke Diah Pitaloka Bersama BEM IBU Ucapkan Sumpah Pemuda Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka memimpin pembacaan Sumpah Pemuda dalam acara deklarasi kebangsaan di IKIP Budi Utomo.

MALANGPOSTONLINE.COM - Ratusan mahasiswa IKIP Budi Utomo menyatakan sikap untuk menjunjung tinggi nasionalisme dan tetap berpegang teguh pada nilai kebangsaan. Sikap tersebut dituangkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda secara bersama-sama yang dipimpin oleh Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, 
Kamis (22/8) pagi tadi.

Turut serta dalam deklarasi Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, SIK, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson dan Rektor IKIP Budi Utomo Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si. Usai deklarasi para mahasiswa melakukan penandatanganan petisi di lapangan kampus Budi Utomo Jalan Citandui.

Deklarasi berlangsung lancar penuh makna. Ditambah saat deklarasi 700 mahasiswa yang turut mendeklarasikan diri mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Menjadikan semangat KeIndonesiaan di IKIP Budi Utomo semakin kuat.

Presiden BEM IKIP Budi Utomo, Sangaji Mahendra,  mengungkapkan deklarasi sebagai bentuk penguatan jiwa mahasiswa untuk Cinta Tanah Air Indonesia. Bukan semata-mata karena adanya peristiwa konflik atau bentrok antara mahasiswa dan masyarakat beberapa waktu lalu. "Jadi ini momentum bukan insidentil, tapi kita memang sering mendeklarasikan diri cinta Tanah Air, karena kami, mahasiswa IKIP Budi Utomo diajarkan tentang Ke-Indonesiaan," ujar mahasiswa asal Flores ini. 

Sebagai asas dari sistem pendidikan IKIP Budi Utomo menguatkan karakter mahasiswanya dengan lima nilai dasar kebangsaan. Yaitu keIndonesiaan, kepedulian, kemanfaatan, kepatuhan dan kepatutan. Nilai-nilai tersebut selama ini ditanamkan dengan sangat kuat. Terlebih mahasiswa di kampus ini berasal dari berbagai wilayah, dengan suku dan ras yang berbeda.  "Semangat ini harus kita jaga agar keharmonisan dan kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga," katanya. 

Dalam acara tersebut, juga hadir Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko. Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Edi Jarwoko mengaku salut akan semangat IKIP Budi Utomo dalam menegakkan nilai-nilai kebangsaan. 

Di hadapan ratusan mahasiswa, Ia mengungkapkan nilai kebangsaan perlu ditanamkan kuat agar para mahasiswa tidak mudah termakan oleh isu-isu provokatif yang mengandung rasisme. 

Seperti yang terjadi di Kota Malang beberapa hari yang lalu, dengan beredarnya statement Wawali Kota Malang yang akan memulangkan mahasiswa asal Papua. "Itu tidak benar, itu hoax, wakil wali kota tidak pernah mengucapkan kata-kata tersebut," tegasnya. 

Ia menambahkan, Kota Malang merupakan kota yang aman dan tertib. Sebagai kota pendidikan siapapun diperbolehkan belajar di Malang. Dengan tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan. "Kedepannya harus berkolaborasi antara pemerintah, akademisi, keamanan, semua menjaga Kota Malang agar tetap aman dan nyaman," tuturnya. 

Sementara itu Kapolres Malang Kota AKBP. Asfuri SIK, juga menyampaikan orasi. Ia mengatakan semua suku dan ras yang ada di Tanah Air ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Sebagai generasi bangsa wajib mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan membangun persatuan dan kesatuan. "Karena bangsa ini berdiri tegak dengan empat pilar yakni  NKRI, Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika," serunya. (imm/oci/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU