Mahasiswa KKN 09 Unmer Malang, Gelar Pelatihan Batik Tulis di Desa Ngijo

  • 23-08-2019 / 11:21 WIB
  • Kategori:Kampus
Mahasiswa KKN 09 Unmer Malang, Gelar Pelatihan Batik Tulis di Desa Ngijo (Ki-Ka) D Indra (Manajer marketing Batik Lintang), Andy Poerwanto Sujatmiko, S.H., M.H. (LPPM Unmer Malang) H. Mahdi Maulana (Kades Ngijo), Ita Fitriyah (Owner Batik Lintang), dan Vially (Mahasiswa KKN Unmer) foto bersama disela kegiatan.

MALANGPOSTONLINE.COM – Kelurahan Ngijo, Karangploso, merupakan salah satu desa yang memiliki  motif batik khas dan endemik. Namanya motif bunga Tlogosari. Potensi inilah yang kemudian diangkat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 09 Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Menggandeng UKM Batik Lintang mereka menggelar Pelatihan Batik Tulis untuk Masyarakat Desa Ngijo, Senin (19/8) lalu.

Pelatihan tersebut digelar di depan Sanggar Batik Tulis Lintang Desa Ngijo Kecamatan Karangploso. Pelatihan membatik ini menyertakan perwakilan dari setiap kader-kader PKK Desa Ngijo dari RW 1-15.

Bukan hanya ibu-ibu PKK saja yang tertarik untuk membatik, melainkan ada beberapa mahasiswi KKN yang awalnya sebagai penyelenggara tapi sangat tertarik untuk turut membatik bersama ibu-ibu PKK.

Ketua KKN 09 Unmer Malang Fransiskus Da S. A. Vially Jemidin menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pelatihan tentang desain batik khususnya desain batik dengan motif  bunga Tlogosari yang sudah menjadi motif dan mencirikan sekaligus objek yang dijadikan asal usul nama Desa Ngijo.

“Maka dari itu KKN 09 bersama Batik Lintang berkolaborasi untuk memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat desa ini,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Vially kepada Malangpostonline.com

Owner Batik Lintang Ita Fitriyah mengatakan, pelatihan kali ini sangat berbeda. Pesertanya yakni satu desa dengan perwakilan tiap RW.RW. Rupanya ibu-ibu PKK ini memiliki potensi untuk membatik, dan diharapkan pelatihan ini dapat menjadi bisnis untuk mereka.

“Suasana HUT Kemerdekaan RI membuat Ibu-Ibu PKK bersemangat mengikuti pelatihan dan lebih istimewa lagi dari mahasiswa Unmer sendiri yang kebanyakan berasal dari Indonesia Timur ikut tertarik untuk membatik,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa KKN 09 Unmer Malang Margareth menyampaikan, memang benar ditengah isu perpecahan dan kerusuhan yang terjadi di Papua (Indonesia Timur) acara seperti ini semakin membuktikan bahwa generasi muda asal Indonesia Timur , khususnya yang berasal dari papua, ternyata masih bisa menjalankan agenda kuliahnya dalam kondisi yang riang.

“Kebetulan saya berasal dari NTT, tentunya sangat senang mendapatkan ilmu KKN dan pelatihan ini, rasa jatuh cinta saya terhadap membatik tiba-tiba muncul,” kata  Margareth.

Sementara itu kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari LPPM Unmer Malang, Andy Poerwanto Sujatmiko, S.H., M.H., juga Kepala Desa Ngijo H. Mahdi Maulana yang didampingi Manajer marketing Batik Lintang D.Indra. Tak sekedar hadir saja pihak LPPM Unimer Malang pun berjanji jika kegiatan ini bakal berjenjang tak berhenti pada KKN Mahasiswa saja.

“Pasti kami akan pelajari secara dalam dari KKN ini dan berharap ini hanyalah awal kami dari Unmer untuk memajukan desa, sesuai dengan tema kemerdekaan, yaitu Menuju Indonesia Unggul,” pungkas LPPM Unmer Malang yang akrab disapa Andi.

Menurutnya, dengan membuat motif  bunga tlogosari hal ini membuat pohonnya akan semakin dilestarikan.

“ini bener-bener hebat, kita harus terus melestarikan batik motif bunga Tlogosari sekaligus melestarikan pohonnya,” kata Andi.

Senada dengan itu, Dari hasil penjurian pun cukup mengejutkan mahasiswi Unmer peserta KKN pun tak kalah dengan ibu-ibu PKK desa Ngijo, tak sekedar ikuta-ikutan membatik ternyata karya mereka mampu masuk nominasi, bahkan meraih juara ketiga dalam kegiatan membatik ini. (mp4/oci/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : slatem
Penulis : Agiem
Fotografer : Agiem

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU