Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik, Tunjang Kompetensi Mahasiswa Teknik Elektro ITN

  • 29-08-2019 / 20:49 WIB
  • Kategori:Kampus
Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik, Tunjang Kompetensi Mahasiswa Teknik Elektro ITN Rektor ITN Dr. Ir. Kustamar, M.T menandatangani plakat peresmian Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik.

MALANGPOSTONLINE.COM - Mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kini tak boleh lulus dengan hanya memegang ijazah. Mereka juga harus memiliki sertifikasi kompetensi keahlian khusus agar bisa bersaing ketika memasuki dunia kerja. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rektor ITN Malang Dr. Ir. Kustamar, M.T usai meresmikan Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik (JDTL) di Kampus II ITN, Kamis (29/8).

"Kita ingin membekali lulusan kami tidak hanya dengan ijazah, tapi juga harus dengan sertifikat keahlian. Dalam hal ini ada dua jalan. Salah satunya ialah mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan melalui laboratorium JDTL ini kita bisa lakukan uji kompetensi. Dengan begitu lulusan kita tidak sekadar memenuhi standar, tapi juga memiliki nilai lebih," kata Kustamar pada Malangpostonline.com.

Selain itu, tak hanya bagi mahasiswa ITN sendiri, Laboratorium JDTL juga dapat membantu memfasilitasi asosiasi pekerja profesi untuk melakukan uji kompetensi. Maka dari itu, laboratorium JDTL menjadi angin positif terhadap iklim akademik di ITN Malang. "Tentu ini memberi dampak positif terhadap kemajuan ITN Malang. Sebagai Rektor ITN Malang saya mengapresiasi bagaimana para alumni memerdulikan adik ringkatnya di ITN," lanjutnya.

Pendirian laboratorium JDTL merupakan inisiasi dari para alumni Teknik Elektro ITN Malang yang juga tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI). Persiapan pembangunan laboratorium JDTL telah dilakukan kurang lebih sejak satu tahun lalu.

"Satu tahun lalu, alumni yang tergabung dalam tenaga ahli AKLI berkeinginan menyumbangkan sesuatu untuk adik-adik tingkatnya. Maka, disepakati disumbangkan laboratorium ini," ujar Kaprodi Teknik Elektro Industri Prodi Sarjana Terapan, Ir. Eko Nurcahyo, M.T ketika ditemui pada kesempatan berbeda.

Menurut Eko, saat ini, Prodi Sarjana Terapan yang sebelumnya merupakan D3 Teknik Elektro memiliki porsi kurikulum 60 persen untuk praktik dan 40 persen untuk pembelajaran teori. "Moment ini sangat bagus dan pas sekali, bisa menyediakan fasilitas khusus untuk mahasiswa terapan. Tapi tidak menutup kemungkinan jurusan lain bisa ikut memanfaatkan juga," sambungngya.

Menelan biaya setidaknya Rp. 500 juta, kelengkapan mini laboratorium JDTL disebut memiliki standar untuk uji kompetensi bagi mahasiswa sekaligus asesor. Ke depannya,  ITN Malang akan menggandeng lembaga berbadan hukum untuk mengadakan uji kompetensi. Sasarannya adalah mahasiswa semester delapan. Namun, untuk sertifikasi bagi mahasiswa ITN Malang akan diberikan tiap tahun, mulai dari tahun pertama sampai tahun ke empat.

"Tiap tahun akan dibekali sertifikat, mulai tahun pertama sampai tahun ke empat. Di akhir kelulusannya akan dikeluarkan sertifikat keahlian. Jadi, kalau lulus D4 dari ITN, mahasiswa akan mendapat lima sertifikat," jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua Alumni Teknik Elektro ITN Malang Ir. Iyen Bob menyebut bahwa pendirian laboratorium JDTL tersebut dapat menunjang kompetensi para mahasiswa sehingga bisa dipergunakan ketika terjun langsung ke lapangan seusai merampungkan pendidikannya di ITN Malang, dengan meraih sejumlah sertifikasi keahlian.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama ITN Malang juga menandatangani MoU dengan Asosiasi Profesionalis Elektrikal, Mekanikal Indonesia, Jawa Timur (APEI) yang juga terkait dengan peningkatan kompetensi mahasiswa Teknik Elektro. Sebelumnya, Rektor ITN sempat menyebut bahwa melalui kerjasama ini, ITN Malang mendapat kesempatan lebih luas untuk menambah pengetahuan aplikatif mahasisnya melalui praktik lapang secara langsung.

Sejalan dengan hal itu, Ketua DPD APEI Jatim Sutomo, S.T yang menyebut bahwa mahasiswa ITN harus menggali kemampuannya seoptimal mungkin. Kerjasama yang akan dilakukan selama empat tahun kali ini akan menjadi wadah untuk saling mendukung antara APEI dengan ITN Malang.

"Semoga melalui MoU ini bisa terus saling mendukung, mahasiswa bisa seperti yang saya sampaikan, keluar dari sini siap kerja, siap berkarya dimana saja. Sejauh ini, untuk perguruan tinggi di Malang kita masih kerjasama dengan ITN," ujarnya.(Mg3/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU