Kebijakan Mikro dan Makro Administrasi Pendidikan Harus Imbang

  • 02-09-2019 / 18:42 WIB
  • Kategori:Kampus
Kebijakan Mikro dan Makro Administrasi Pendidikan Harus Imbang SINERGI: Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP bersama Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR., MS. (tengah) dan Dekan FIA UB Prof. Dr Bambang Supriyono , MS. dalam kegiatan seminar nasional, siang tadi.

MALANGPOSTONLINE.COM - Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Administrasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Seminar yang dilaksanakan di Gedung A FIA UB, Senin (2/9) kemarin, dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR., MS.

Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir membahas tentang kebijakan administrasi pendidikan dipandang dari dua aspek, kebijakan mikro dan makro.

Menurutnya, sebuah lembaga pendidikan dijalankan dengan dua kebijakan tersebut. Kebijakan mikro meliputi proses belajar mengajar, metodik, kurikulum, sarana dan lain sebagainya. Sedangkan kebijakan makro, diantaranya penerapan berkaitan dengan lintas disiplin, antara pendidikan dan ilmu pendukung yang lain.

Misalnya sosiologi pendidikan, administrasi pendidikan, ekonomi pendidikan dan politik pendidikan. "Semua itu memiliki sudut pandang yang berbeda sesuai dengan bidangnya," kata dia.

Ia menambahkan, administrasi pendidikan sangat penting untuk dikembangkan. Sebab berkaitan dengan layanan publik. Sementara kata dia, administrasi publik porsi pembahasannya lebih banyak ke pendidikan. "Itu yang perlu kita cermati, jadi sangat tepat sekali kalau FIA UB membuka prodi administrasi pendidikan," ungkapnya.

Dalam seminar yang dihadiri oleh mahasiswa, guru dan para kepala sekolah tersebut, Muhadjir lebih banyak membahas tentang zonasi. Restorasi pendidikan melalui zonasi yang ditetapkan pemerintah saat ini, akan terus dikembangkan meskipun ada pertentangan dari banyak pihak.

Sementara itu, Dekan FIA UB Prof. Dr Bambang Supriyono , MS. menganggap sistem zonasi yang ditetapkan menteri pendidikan merupakan salah satu implementasi kebijakan makro. "Makanya banyak yang belum bisa memahami, karena di tataran sekolah selama ini masih fokus pada kebijakan mikro saja," katanya.

Bambang menjelaskan digelarnya seminar administrasi pendidikan diharapkan adanya link and match antara administrasi pendidikan dengan pengelolaan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah.

Menurutnya pendidikan dasar dan menengah, selama ini seolah-olah hanya urusan Pemerintah Daerah atau institusi pendidikan, padahal universitas juga punya peranan penting. "Karena selama ini kampus  lebih fokus pada pengelolaan administrasi pendidikan tinggi saja," ujarnya.

Dengan terwujudnya link and match pengelolaan pendidikan dasar dan menengah menjadi lebih terarah sesuai dengan kebijakan mikro dan makro.

Sebab selama ini administrasi pendidikan dasar dan menengah fokus pada mikro, yang meliputi proses belajar mengajar saja. Sementara aspek makro dalam mengelola sekolah belum menjadi fokus dalam kajian administrasi pendidikan pada umumnya. "Antara mikro dan makro harus seimbang, antara proses belajar mengajar dan pengelolaan lembaga sama pentingnya," tegas Bambang. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU