UB Kukuhkan Dua Guru Besar Baru Bidang Ilmu Pemuliaan Ternak dan Ilmu Kedokteran Dasar

  • 05-09-2019 / 08:22 WIB
  • Kategori:Kampus
UB Kukuhkan Dua Guru Besar Baru Bidang Ilmu Pemuliaan Ternak dan Ilmu Kedokteran Dasar Prof. Dr. dr. Nurdiana, M.Kes yang menjadi Guru Besar ke-32 Fakultas Kedokteran (kiri) serta Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS yang merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan ke-21 (kanan).

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua Guru Besar ke-243 dan 244 pada bidang Ilmu Pemuliaan Ternak dan bidang Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomesis, Rabu (4/9). Adalah Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS yang merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan ke-21 serta Prof. Dr. dr. Nurdiana, M.Kes yang menjadi Guru Besar ke-32 Fakultas Kedokteran.

Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS meneliti tentang Peran strategis nank sel gamet dalam upaya konservasi dan komersialisasi sumber daya genetik ternak lokal unggul di Indonesia. Pada penelitian tersebut, Prof. Gatot mengambil fokus pada kambing Senduro Lumajang yang terkenal memiliki kualitas unggul.

Kambing Senduro dijelaskannya merupakan kambing spesifik Jawa Timur yang sudah sejak dua tahun tahun belakangan secara gencar terus dipromosikannya. Kambing Senduro awalnya dari kambing IB yang kemudian diseleksi kembali, hanya dipilih yang berwarna putih dan memiliki kualitas terbaik.

"Tim kami di UB mencoba merealisasikan Bank sel Gamet, berkolaborasi dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) untuk memprodukai sel ini. Kegiatan riset kami mulai dari hulu ke hilir komersialisasi, dan dua tahun riset ini dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," kata Prof. Gatot.

Pada penelitian tersebut juga, Prof Gatot menyebut bahwa terdapat dua bagian dalam penelitian tersebut yang akan didaftarkan patennya. Namun demikian, Prof Gatot menyebut bahwa tujuan utama dari penelitian ini adalah bagaimana UB dapat memiliki bank sel sperma secara mandiri. Mengingat potensi komersialnya sangat besar.

"Kami berkeingan di UB agar memiliki memiliki bank sel sperma karena potensi komersialnya besar sekali," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Nurdiana, M.Kes meneliti tentang Fitoestrogen, yakni senyawa tumbuh-tumbuhan, terutama dari produk polong-polongan (kedelai), gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Ada tiga jenis fitoestrogen, yaitu isoflavon (paling kuat), coumestans, dan lignans.

Namun Fitroestrogen sejauh ini belum memiliki bukti-bukti yang konsisten terkait dengan dampak terhadap manusia. Prof. Nurdiana menyebut bahwa Fitoestrogen dalam kondisi khusus dapat memberikan manfaat pada perempuan yang mengalami menopause. Tapi kemungkinan tidak memberikan dampak baik bagi organ reproduksi manusia ketika masa reproduksi.

"Kami mencoba menyuntikkan ekstrak kedelai pada tikus yang sedang bunting, dan setelah kami teliti dampaknya kurang baik. Sedang pada manusia kami belum sempat melakukan uji klinis, namun terdapat beberapa kasus yang mendukung tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut ditambahkannya bahwa jika melihat pola konsumsi kedelai pada masyarakat Indonesia melalui konsumsi olahan seperti tempe, tahu, hingga susu kedelai, maka hal tersebut tidak berdampak serius terhadap manusia. Namun sekali lagi, dijelaskannya bahwa penelitian Fitroestrogen perlu dilanjutkan untuk mengetahui bagaimana dampaknya terhadap manusia. (mg3/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : irawan
Penulis : asa
Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU