Mahasiswa STISOSPOL Waskita Dharma Hijaukan Desa Benjor Dengan Tanaman Organik

  • 06-09-2019 / 08:40 WIB
  • Kategori:Kampus
Mahasiswa STISOSPOL Waskita Dharma Hijaukan Desa Benjor Dengan Tanaman Organik SINERGI: Anggota Kelompok 2 KKN STISOSPOL Waskita Dharma bersama Pj. Kepala Desa Benjor Hj. Windy Eka Rhomawati, Dosen Pendamping Lapangan (DPL)

MALANG - Mahasiswa KKN Kelompok 2 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Politik (STISOSPOL) Waskita Dharma Malang membuat gebrakan dalam mendukung Desa Benjor Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, menjadi desa yang asri. Melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) para mahasiswa menjadikan beberapa lahan kosong dan gersang di desa ini tambah lebih hijau dengan tanaman sayuran. 

Desa benjor mempunyai luas wilayah kurang lebih 144,52 hektar, dengan jumlah penduduk 2.201 jiwa dengan mata pencaharian penduduknya rata rata peternak dan pekebun. 

Ketua KKN Kelompok 2, Hanapi mengatakan, timnya melihat adanya potensi lahan yang ada di Desa Benjor. Yaitu banyaknya lahan di sekitar rumah warga yang kosong dan tidak dimanfaatkan sehingga lingkungan terlihat gersang.

Satu gerakan inovatif yang dilakukan mahasiswa adalah melakukan penghijauan dengan teknik tanaman organik. Yakni penanaman serta perawatan tanaman sayuran menggunakan bahan organik, mulai dari media tanam, pupuk hingga pestisida yang digunakan tidak menggunakan bahan kimia.  "Sehingga tanaman yang dihasilkan tidak mengandung sedikitpun bahan kimia," ungkapnya.

Sementara itu, pengetahuan warga akan teknologi pertanian masih rendah. Selama ini petani bergantung pada pupuk kimia yang harganya kian melambung. "Makanya disini kami juga mengedukasi mereka menggunakan pupuk berbahan organik," ujarnya. 

Pembuatan pupuk organik di Desa Benjor sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan. Sebab hampir seluruh warga di Desa ini memelihara sapi dan kotorannya tidak termanfaatkan dengan baik bahkan mencemari lingkungan. 

Hanapi menjelaskan program KRPL sebenarnya dimaksudkan untuk menunjang gizi keluarga. Dengan perawatan tanaman secara organik maka akan dihasilkan sayuran yang bebas bahan kimia sehingga akan lebih sehat untuk dikonsumsi. 

Selain itu teknik tanaman organik ini juga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan seperti pupuk kimia pada umumnya. "Warga sangat antusias dengan program ini. Karena prakteknya sangat sederhana, dan pupuk padat organik ini sangat menunjang dalam pelaksanaan program KRPL, sebagai program pemerintah daerah," imbuhnya. 

Ia mengaku ada beberapa kendala yang dialami timnya dalam pelaksanaan program KRPL. Salah satu kesulitannya adalah mengumpulkan warga. 
Sebab sehari-hari warga sibuk di kebun mulai lagi hingga siang. 

Sosialisasi baru bisa dilaksanakan pada sore hari, saat warga sudah datang dari kebun. Kendala lain yaitu minimnya personil dari kelompok KKN. Sehingga program yang mereka jalankan hanya percontohan saja, tidak dapat dipraktekkan secara luas di masing-masing rumah warga.

Hanapi berharap upaya pemberdayaan lahan kosong dengan KRPL yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN 2 STISOSPOL Waskita Dharma selama sebulan terakhir dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh warga. "Semoga ilmu yang kita salurkan dapat dipraktekan oleh warga Desa Benjor,  dan memberikan manfaat serta menjadi solusi dari kendala yang selama ini dikeluhkan warga dalam sektor perkebunan maupun pertanian," harapnya.

Program KKN mahasiswa STISOSPOL Waskita Dharma Malang di Desa Benjor Kecamatan Tumpang, dimulai sejak tanggal 5 Agustus 2019 lalu. Dan berakhir pada Hari Rabu (4/9) kemarin. 

Adapun anggota kelompok KKN 2 Waskita Dharma yaitu Eden Yoga, Ella Nur Seni, Murtiani Ningsih, Ayu Ismawati, Erdianto, Melisa Intan, Nugraha Ariya dan Hanapi. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU