Dirjen PUPR Resmikan Asrama Mahasiswa UB

  • 06-09-2019 / 16:22 WIB
  • Kategori:Kampus
Dirjen PUPR Resmikan Asrama Mahasiswa UB Dirjen (PUPR) Dr. Ir. H. Khalawi Abdul Hamid, MSC. MM bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani., AR, M.S. dalam peresmian Asrama Griya Kertabumi UB.

MALANG - Asrama ketiga milik Universitas Brawijaya (UB) diresmikan langsung Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr. Ir. H. Khalawi Abdul Hamid, MSC. MM, Jumat (6/9). Peresmian Asrama yang diberi nama Griya Kertabumi ini juga disaksikan oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani., AR, M.S.

"Meskipun mengurangi jatah masyarakat yang punya kos-kosan. Tapi ini untuk meringankan mahasiswa. Dengan fasilitas yang lebih nyaman, harapannya para mahasiswa juga akan menunjukkan hasil yang lebih baik," Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dr. Ir. H. Khalawi Abdul Hamid, MSC. MM dalam sambutannya.

Griya Kertabumi UB sendiri merupakan rusunawa ketiga yang dibangun di kampus UB oleh Kementerian PUPR yang diperuntukkan bagi mahasiswa asing dan mahasiswa pascasarjana. Pembangunan rusunawa yang terletak di samping gedung Fisip ini dimulai Juli sampai Desember 2018, dengan menelan biaya sekitar Rp 12 Milyar. 
Rusunawa tersebut dibangun di atas lahan seluas 2.821 m2 dengan luas bangunan 2.074.52 m2 (empat tingkat). 

Rusunawa ini berisi 50 kamar tidur, dan bisa menampung 196 mahasiswa. Setiap kamar disebut juga sudah disediakan fasilitas lengkap mulai dari tempat tidur, lemari, kamar mandi dalam hingga AC. Untuk kamar reguler dapat dihuni oleh 4 mahasiswa dengan dua pasang tempat tidur bersusun. 

Salah satu mahasiswa asing UB asal Mesir, Salma, yang sudah menempati asrama tersebut sejak 4 hari lalu menyebut bahwa fasilitas asrama Griya Kertabhumi memiliki fasilitas yang baik dan nyaman untuk dihuni. Namun ia berharap UB menambahkan sejumlah fasilitas seperti air panas, kulkas, hingga WIFI.

"Karena baru fasilitasnya masih bagus, tapi tidak ada WIFI dan air panas, padahal kami butuh itu. Bagi kami, dibanding dengan Mesir, Malang sangat dingin. Kita juga berharap ada kulkas, untuk menyimpan susu," kata Salma pada Malangpostonline.com.

Salma juga menjelaskan, bahwa dalam menghuni Griya Kertabumi, mahasiswa asing diperkenankan untuk tidak membayar pada bulan pertama. Namun untuk bulan berikutnya, mereka diharuskan untuk membayar ketentuan biaya asrama sekitar Rp. 1,3 juta per bulannya. Biaya tersebut sudah termasuk listrik dan air.

"Tapi secara umum sangat baik, dan juga dekat dengan fakultas tempat kita belajar yaitu Fakultas Ilmu Budaya, karena kita selalu jalan kaki," tutupnya. (mg3/oci/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis : asa
Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU