Kaji Makna Kemerdekaan dan Idul Adha

  • 08-09-2019 / 09:51 WIB
  • Kategori:Kampus
Kaji Makna Kemerdekaan dan Idul Adha AKRAB: Para mahasiswa KKN Kelompok 32 UMM bersama warga usai acara pengajian

MALANG - Agenda pengajian menutup program KKN Kelompok 32 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Argotirto Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Momen tersebut juga bertepatan Hari Raya Idul Adha 1440 H dan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74. 

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Argotirto (13/8/19) tersebut dihadiri pejabat Desa setempat, TPL, Dosen Pendamping Lapangan KKN 32, tokoh masyarakat desa dan ratusan warga Desa Argotirto. Tema pengajian tersebut yakni makna kemerdekaan RI dan Idul Adha. 

Divisi Humas Dan PDD KKN UMM kelompok 32 Fakhria Ramadhani mengatakan, program KKN yang ditutup dengan acara pengajian merupakan permintaan warga desa. Dengan pertimbangan agar KKN mahasiswa UMM menjadi lebih bermakna dan bermanfaat.  

Apalagi saat itu bertepatan dengan momentum Idul Adha. Harapannya dengan acara pengajian dapat memberikan banyak ilmu dan nilai-nilai religius khususnya bagi warga Desa Argotirto. "Harapan kami kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antar warga desa karena mereka jarang berkumpul kecuali ada acara penting," ucapnya. 

Dalam acara tersebut Repan Efendi, selaku pemateri menjelaskan bahwa negara Indonesia belum menjadi Negara yang seutuhnya. Secara hukum Negera Indonesia telah sah menjadi negara yang merdeka. Sedangkan secara fakta Indonesia masih terjajah oleh asing. "Penjajahan itu melalui banyak pintu dan tersembunyi, sehingga tidak semua warga Indonesia menyadari hal itu," katanya. 

Dalam menyikapi kemerdekaan Negara Indonesia setiap warga negara harus bersyukur. Dengan cara membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai akhir hayat. Lebih lanjut Repan Efendi mengatakan, HUT RI ke 74 berdekatan dengan Perayaan Idul Adha. Makna Idul Adha sendiri dalam ajaran syariat Islam berhubungan dengan Sang Pencipta dan sesama manusia. 

"Hubungan dengan Sang Pencipta ditandai dengan mentaati syariat Islam yang telah ditetapkan. Sedangkan hubungan dengan sesama manusia adalah makna berbagi pada saat terlaksananya idul adha," terangnya. 

Acara penutupan KKN 32 UMM berlangsung dengan meriah. Beberapa penampilan pentas seni dari siswa-siswi SDN 01 Argotirto turut memeriahkan acara. Dalam kesempatan tersebut juga ada pembagian hadiah bagi para pemenang lomba tradisional dan pemutaran video profil desa serta video kegiatan KKN selama 30 hari. 

Fadhkurrohman Arrozi selaku Ketua Pelaksana menyampaikan terimakasih atas partisipasi warga dalam menghadiri acara yang diselenggarakan oleh divisi sosial dan budaya KKN 32 UMM. Ucapan terimakasih disampaikan kepada seluruh tokoh masyarakat desa atas bimbingan dan partisipasi dalam setiap kegiatan KKN. 

"Harapan kami setelah penutupan KKN, silaturrahmi antara mahasiswa dengan seluruh elemen masyarakat Desa Argotirto tetap tersambung dengan baik," ucapnya. 

Tugas mahasiswa KKN 32 UMM di Desa Argotirto selama sebulan. Selain selama KKN telah banyak program yang dilakukan sebagai wujud pengabdian mereka sebagai civitas akademika kepada masyarakat. Diantara program yang terealisasi yaitu sosialisasi hipertensi, seminar UMKM, sosialisasi kebersihan dan kesehatan diri, bakti sosial, mengajar mengaji SD dan sosialisasi akan bahaya penyalahgunaan narkoba.  

Selain itu, program yang tak kalah menarik adalah sosialisasi dan pengajaran konsep rumah pangan lestari (KRPL). "KRPL ini sebuah konsep tentang memanfaatkan lahan kosong pekarangan di rumah untuk bercocok tanam. Dengan tujuan agar setiap keluarga bisa terjamin ketahanan pangannya," terangnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU