AKAFARMA dan AKFAR PIM Yudisium 246 Mahasiswa

  • 17-09-2019 / 10:48 WIB
  • Kategori:Kampus
AKAFARMA dan AKFAR PIM Yudisium 246 Mahasiswa YUDISIUM: Ratusan mahasiswa AKAFARMA dan AKFAR PIM menjalani proses yudisium di aula PIM kampus.

MALANG - Akademi Farmasi (AKFAR) dan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Putra Indonesia Malang (PIM) menggelar Yudisium Tahun Akademik 2018/2019 Gelombang pertama, Kamis, 5 September 2019 dan Gelombang Kedua, Senin 16 September 2019 di Aula PIM Kampus.
 
Yudisium dihadiri oleh Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Putera Indonesia Malang (YPIM), Direktur Akafarma dan Akfar PIM, Wadir Bidang Pembelajaran dan kemahasiswaan Akfar dan Akafarma PIM para Yudisiawan dan Yudisiawati, dan seluruh undangan. 

Pada Yudisium tahun akademik 2018-2019 kampus yang mempunyai tagline Touch Your Future ini meyudisium Gelombang 1, 108 orang mahasiswa Akfar dan 24 orang mahasiswa akafarma pada gelombang 2, meyudisium 114 orang mahassiwa.

Yudisium diawali sambutan Ketua Bidang Pendidikan YPIM Dr. Sentot Joko Raharjo, M.Sc. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat atas yudisium mahasiswa semester 6 tahun akademik 2018/2019. 

“Yudisiawan dan yudisiawati diharapkan mampu menjaga nama baik almamaternya," tambah Sentot yang juga dosen Akafarma PIM. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Yudisium yang menyatakan kelulusan mahasiswa semester 6 tahun akademik 2018/2019 dan berhak menyandang gelar Amd, Farm. 

Untuk lulusan Akfar dan Amd. Kes. Untuk lulusan Akafarma. Sebagai tanda kelulusan, yudisiawan dan yudisiawati menerima surat keterangan lulus (SKL). “Pendidikan yang kalian peroleh merupakan bekal dalam mengarungi kehidupan setelah meninggalkan almamater untuk berkarya”, terang Direktur Akfar PIM, Lailiiyatus Syafah, M.Farm, Apt. 

Lebih lanjut, Laili, panggilan akrabnya menjelaskan bahwa selain bekal pendidikan akademik, akhlak dan moral menjadi tolak ukur utama dalam berkarya. Sebagai bekal pemahaman Yudisiawan dan yudisiawati terhadap keorganisasian profesi, disampaikan pula materi tentang organisasi profesi Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI). 

Materi ini disampaikan oleh Dr. Misgiati M.Pd. selaku perwakilan PAFI Pusat Sie Pendidikan. “Lulusan sangat perlu untuk mengenal posisi profesinya, ijin kerja sesuai UU tenaga kesehatan sehingga mereka dapat bekerja secara legal," terang dosen yang juga merupakan Direktur Akafarma PIM. Lebih lanjut diterangkan tentang Undang-Undang No 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. (mar)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU