Halau Radikalisme, Dosen NU Se-Indonesia Bentuk Aliansi

  • 09-10-2019 / 17:23 WIB
  • Kategori:Kampus
Halau Radikalisme, Dosen NU Se-Indonesia Bentuk Aliansi Para dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen Nahada (ADN) tandatangani deklarasi anti radikalisme di Unisma.

Malangpostonline.com - Setidaknya terdapat 500 dosen dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia bergabung pada Aliansi Dosen Nahada/Nahdatul Ulama (NU) atau ADN, untuk menghalau paham radikalisme pada mahasiswa. Tekad mereka tersebut tertuang pada deklarasi dan pembubuhan tanda tangan di Auditorium Prof. Dr. KH, M Tolchah Hasan, Rabu (9/10).

"Jika ada (paham radikalisme), maka kita akan dekati dengan sebaik-baiknya, 100 persen kita lihat satu persatu. Maka kita bisa mendeteksi melalui dosen-dosen, kita berpadu melalui gerakan cinta tanah air," ujar Ketua Aliansi ADN, Imam Hambali.

ADN disebut juga akan mengupayakan deteksi paham radikalisme sejak dini pada para mahasiswa baru (maba) melalui pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan ideologi bangsa. Upaya-upaya tersebut dilakukan, agar generasi muda jauh dari paparan paham yang tidak perlu dan mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejumlah rektor perguruan tinggi juga turut hadir dalam momen deklarasi ADN, mulai dari Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Nuhfil Hanani, AR., MS, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. Maskuri, M.Si, hingga sejumlah petinggi kampus lain, seperti dari Jawa Tengah, Surabaya, dan Blitar. Upaya mendirikan aliansi kali ini juga sebagai wujud optimalisasi fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Dosen-dosen NU harus merapatkan barisan melalui Aliansi Dosen Nahada ini. Sebagai upaya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan cikal bakal yang telah dibangun oleh para leluhur. Kita kembangkan sikap-sikap solidaritas yang sudah ada," kata Rektor Unisma,

Sementara itu, tak hanya deklarasi, pertemuan ADN kali ini sekaligus menjadi penyelenggaraan Kongres pertama, yang akan memformulasikan agenda dan lain sebagainya. ADN sendiri disebut merupakan badan otonom dari Nahdatul Ulama (NU) yang secara khusus akan memiliki misi khusus untuk penanggulangan faham radikal tersebut.

Selain itu, momen deklarasi ADN tersebut juga dibarengi dengan Mbalah Aswaja Unisma yang menghadirkan Prof. Dr. KH. Ridwan Nasir. Mbalah Aswaja kali ini mengusung tema terkait dengan 'Cinta Tanah Air Ditinjau Dari Aspek Tasawuf dan Filosofi', yang turut menghadirkan ribuan mahasiswa Unisma di Auditorium Prof. Dr. KH, M Tolchah Hasan.(asa/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU