UMM Masuk Kluster Unggul Bidang Pengabdian Masyarakat

  • 13-11-2019 / 20:22 WIB
  • Kategori:Kampus
UMM Masuk Kluster Unggul Bidang Pengabdian Masyarakat UMM berkomitmen menghasilkan riset dan penelitian yang memberikan manfaat untuk masyarakat luas.

Malangpostonline.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk  kluster unggul berdasarkan pemeringkatan Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Pengabdian kepada Masyarakat periode tahun 2016-2018 oleh Kemenristekdikti baru-baru ini. UMM berada di peringkat 18 mengungguli PTS lainnya bahkan beberapa PTN di Indonesia seperti Universitas Andalas dan Universitas Indonesia.

Masuknya UMM pada kluster unggul menunjukkan bahwa kampus ini mendapat pengakuan dari Kemenristekdikti memiliki program pengabdian masyarakat yang sesuai standar. Pencapaian tersebut juga sejalan dengan komitmen UMM untuk menghasilkan karya maupun riset yang memberikan kebermanfaatan tidak hanya secara internal tetapi juga untuk masyarakat luas.

Wakil Direktur I Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Dr. Vina Salviana Darvina S, M.Si, menyatakan, UMM mempunyai skema pengabdian internal yang model skemanya diklaim setara dengan standar penilaian Kemenristekdikti.

“Sehingga sebelum diajukan ke Kemenristekdikti, proposal tersebut harus melalui tahapan dan seleksi ketat oleh DPPM UMM agar berpeluang besar mendapat pendanaan, karena semua skim pengabdian cukup ketat seleksinya karena kompetitor dari seluruh dosen PTN dan PTS seluruh Indonesia,” ujar Vina.

Penilaian kriteria penelitian pengabdian masyarakat ini pun ada beberapa kategori yang meliputi sumber daya (SD) 25 persen, manajemen pengabdian (MP) 20 persen, luaran atau produk seperti apa yang dihasilkan (LP) 45 persen dan revenue generating 10 persen. Produknya dihasilkan melalui beberapa skema seperti KKN-PPM, pendampingan desa, serta pengabdian unggulan daerah dengan pendanaan mencapai Rp 50-60 juta setahun serta Rp 100 juta untuk multi tahun, seperti pendampingan desa mitra dan unggulan daerah.

Lebih lanjut, Vina memaparkan untuk mendapatkan pendanaan dalam bidang pengabdian masyarakat juga tak hanya dari Kemenristekdikti melainkan bisa bersumber dari fakultas maupun kampus.

“Total pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kemenristedikti sebanyak 21 penelitian, 159 dari Universitas dan 200an penelitian pendanaannya dari fakultas,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, menambahkan, pengabdian kepada masyakarakat yang dilakukan oleh dosen UMM perlu dilihat dari perspektif, pertama, pengabdian merupakan implementasi sinergitas antara 5 unsur yang disebut pentahelex yang meliputi unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media.

“Kedua, pemberdayaan atau empowering terhadap masyarakat. Ada banyak kegiatan pengabdian yang dilakukan dosen dan mahasiswa Kampus Putih UMM yang telah berdampak pemerdayaan terhadap masyarakat, misalnya di bidang pertanian dan energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang diterapkan di sejumlah daerah,” tandas Syamsul. (lin/Malangpostonline.com)

Editor : lin
Uploader : irawan
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU