Khofifah Resmikan Zona Konservasi Keanekaragaman Hayati

  • 17-11-2019 / 20:04 WIB
  • Kategori:Kampus
Khofifah Resmikan Zona Konservasi Keanekaragaman Hayati HCPSN: Khofifah Indar Parawangsa meresmikan Zona Konservasi Keanekaragaman Hayati Jatim CETTAR, Minggu (17/11).

Malangpostonline.com - Langkah UB Forest dengan menggadeng berbagai lembaga seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Balai Besar KSDA Jawa Timur, Taman Safari, Jatim Park 3 dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menghadirkan zona konservasi dan area penangkaran satwa liar dilindungi tersebut mendapat sambutan hangat dari Gubernur Jawa Timur.

“Dulu menteri kehutanan pernah punya program Kecil Menanam Dewasa Memanen, program ini baik untuk dilanjutkan, sekarang Bu Menteri Kehutanan punya program selama hidupnya minimal 25 kali menanam, yakni 5 pohon saat SD, 5 pohon saat SMP, 5 pohon saat SMA, 5 pada saat menjadi mahasiswa dan 5 pohon saat menikah,” ujar Khofifah.

Target 25 pohon ditanam bagus tetapi apabila bisa dilakukan setiap tahun akan jauh lebih baik, apa saja yang bisa menjadi daya dukung lingkungan perlu dilakukan. Agar dapat mewujudkan daya dukung tersebut diperlukan kesadaran semua masyarakat untuk saling melindungi keragaman hayati tersebut.

“Kami tidak ingin puspa dan satwa itu punah, oleh karena itu pengembangbiakan bisa dilakukan, kemungkinan kita bisa diskusikan daripada ketika kita ingin mendapatkan jenis puspa dan satwa tertentu bisa didapatkan dari negara lain padahal itu milik kita, sehingga perlu renungan bersama untuk melestarikan,” terangnya.

UB Forest merupakan hutan pendidikan terbesar di Indonesia dengan luas 544,74 hektar. Sarana pendidikan ini telah bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri untuk melakukan penelitian di hutan.

Rektor UB Malang, Prof. Nuhfil Hanani, mengatakan, meskipun sarana masih terbatas, jalanan sepi dan listrik sedang di proses namun UB Forest menjadi kebanggan Jawa Timur. UB juga sudah menjalin kerja sama dengan hampir seluruh OPD di Jawa Timur dalam rangka untuk mempercepat proses pembangunan.

“Salah satu kebanggan tersendiri UB Forest satu-satunya hutan yang tidak ada kejadian kebakaran, harapan kami nanti disamping hutan pendidikan untuk meningkatkan menjadi wisata hutan yang bernuansa pendidikan, sehingga pembangunannya masih panjang,” terang Prof. Nuhfil. 

Selain pelepasan kijang dan rusa, pada peringatan HCPSN 2019 juga dilakukan pelepasan 100 ekor burung kutilang ke alam bebas. Peringatan yang rutin diadakan setiap tahunnya ini diharapkan seluruh masyarakat ikut menjaga ekosistem dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun Indonesia unggul. (lin/udi)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU