Menteri Agama: PNS Harus Jadi Garda Terdepan Menangkal Radikalisme

  • 21-11-2019 / 14:35 WIB
  • Kategori:Kampus
Menteri Agama: PNS Harus Jadi Garda Terdepan Menangkal Radikalisme Menteri Agama RI, Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi saat mengisi kuliah tamu bertema Meneguhkan Nilai-Nilai Agama dan Kebangsaan dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Malangpostonline.com - Menteri Agama RI, Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi menghimbau kepada para pimpinan untuk memberikan sangsi apabila Pegawai Negeri Sipil (PNS) berperilaku radikal. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan bahwa PNS adalah garda terdepan dalam menangkal radikalisme.

Upaya tersebut juga diwujudkan melalui penandatanganan keputusan bersama 11 menteri dan kepala lembaga beberapa waktu lalu. Tujuannya agar peran PNS sebagai garda terdepan dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan melakukan langkah-langkah melawan radikalisme semakin optimal.

"Jadi sama sekali tidak boleh ada PNS yang bersifat radikal, nantinya kami akan membentuk satgas di masing-masing instansi untuk menampung laporan-laporan tersebut sehingga bisa kami panggil dan diberikan nasihat," ujar Fachrul usai menghadiri kuliah tamu Meneguhkan Nilai-Nilai Agama dan Kebangsaan dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju, Kamis (21/11) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 

Apabila setelah diberikan nasihat tidak mampu mengubah perilaku radikal tersebut maka akan diberikan sangsi. Pencegahan radikalisme tersebut nantinya juga akan diberlakukan kepada CPNS untuk mengetahui jiwa nasionalisme sebelum menjadi abdi negara. 

Pun demikian di lingkungan perguruan tinggi jika terjadi tanda-tanda radikalisme dengan ciri intoleran, merasa paling benar, memaksakan kehendak dengan berbagai cara dan melakukan kekerasan juga akan dipanggil serta diberikan penjelasan.

"Kalau satgasnya nanti akan dibentuk di masing-masing kementerian, kalau untuk sangsinya berdasarkan tingkat kesalahan masing-masing," tegasnya.

Lebih lanjut, ancaman radikalisme di Indonesia nyata adanya bahkan ada beberapa pihak yang ingin menghancurkan negara. Radikalisme berarti sebuah pandangan yang menandakan perubahan total dengan menjungkirbalikkan nilai secara drastis.

"Mereka yang radikal akan cenderung intoleran, mengingkari fakta kebhinekaan dan menyalahkan pihak lain," tandas Fachrul.

Radikalisme terjadi lantaran dipengaruhi beberapa faktor baik dari perspektif ekonomi, minimnya pendidikan, sedangkan dari segi agama adanya paham yang salah. Salah satu upaya tersebut melalui Kesepakatan bersama 11 menteri dan lembaga untuk menjadikan PNS sebagai garda terdepan menangkal radikalisme, sehingga jika ada yang terlibat harus ditindak dan diberikan hukuman. (lin/Malangpostonline.com)

Editor : lin
Uploader : irawan
Penulis : lin
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU