Pengobatan Regeneratif, Memanfaatkan Exosome Untuk Mengatasi Kanker dan Diabetes

  • 23-11-2019 / 10:50 WIB
  • Kategori:Kampus
Pengobatan Regeneratif, Memanfaatkan Exosome Untuk Mengatasi Kanker dan Diabetes Dept of Histology and Cell Biology FM PHN Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sofia Mubarika Haryana, MD,M.Med.Sc.,Ph.D menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan exosome dapat memperbaiki penyakit diabetes.

Malangpostonline.com - Solusi mengatasi suatu penyakit bisa dilakukan dengan pengobatan regeneratif. Metode ini pun mulai dikembangkan lantaran diyakini mampu mengatasi berbagai permasalahan dalam tubuh dengan cara rekayasa atau mengganti sel manusia untuk memulihkan fungsi normal. Seperti yang diungkapkan oleh Dept of Histology and Cell Biology FM PHN Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sofia Mubarika Haryana, MD,M.Med.Sc.,Ph.D salah satu metode tersebut contohnya dengan memanfaatkan exosome.

Dikatakannya cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengkultur exosome dari mesenchymal stem cells (MSCs) orang sehat ke penderita kanker atau bisa juga penyakit diabetes sehingga akan memberikan defektif pada sel target. Selanjutnya terjadi restorasi atau repair serta terjadi komunikasi antar miosit sehingga bisa kembali aktif dan mampu memperbaiki penyakit tersebut.

“Tetapi pengobatan dengan memanfaatkan exosome ini masih dalam tahap pengembangan, ternyata exosome ini bisa dipakai untuk penyakit alzeimer, kanker, bahkan anak autispun bisa lebih baik,” ujar Prof. Sofia pada The 1st International Conference Brawijaya Dentistry (ICBD) di Santika Premiere Hotel Malang, Jumat (22/11).

Lebih lanjut dengan menggunakan exosome ini tidak menimbulkan racun di dalam tubuh lantaran ukurannya sangat kecil serta merupakan bagian dari tubuh. Selain itu exosome juga memiliki reseptor sehingga bisa mentarget sel sehingga itu suatu hari bisa dikembangkan dengan cara hanya memberikan suntikan atau bahkan bisa di minum sehingga pengobatan lebih mudah, praktis dan biayanya terjangkau.

Selain Prof. Sofia dalam kegiatan ICBD ini juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya yakni Prof. Masaya Yamamoto, Ph.D dari Tohoku University, Delvac Oceandy, MD, PGDipSc, Ph.D dari Manchester University, Sharida Fakurazi, MD, BSc, Ph.D dari Universiti Putra Malaysia, dan Mohammad Aris Mohd Moklas, BSc, M.Med.Sc, Ph.D dari Universiti Putra Malaysia.

ICBD pertama yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB ini berkolaborasi dengan Faculty of Medicine and Health Sciences University Putra Malaysia serta mengusung tema Tantangan Baru Menuju Pengobatan Regeneratif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan manusia melalui obat regeneratif.

Ketua ICBD 2019, Novi Khila Firani, dr., M.Kes.,Sp.PK, mengatakan, pengobatan regeneratif memiliki peluang untuk dikembangkan di dalam dunia kedokteran. Tujuannya mengembalikan sel-sel yang rusak agar menjadi normal kembali.

“Pengobatan regenerative ini sekaligus menjadi tantangan bagi kita sehingga perlu adanya sinergitas dari berbagai disiplin ilmu, ini masih dalam taraf pengembangan,” jelas dr. Novi.

Kedepan pengobatan regeneratif ini juga akan dikembangkan di Kedokteran Gigi. Bahkan saat ini sudah ada dosen yang mulai melakukan penelitian dalam bidang stem cell.

“Nanti pada penyakit gigi diharapkan nanti juga bisa ditangani dengan stem cell untuk mengembalikan kondisi sel-sel pada gigi,” tandas Wakil Dekan II FKG UB ini. (lin/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU