Membanggakan, Mahasiswa Uniga Raih Emas Silat Kota Pahlawan Championship 2019

  • 02-12-2019 / 15:14 WIB
  • Kategori:Kampus
Membanggakan, Mahasiswa Uniga Raih Emas Silat Kota Pahlawan Championship 2019 Mahasiswa Uniga peraih medali emas dan perak ajang National Open Tournamen Pencak Silat Of Kota Pahlawan Championship 2019 bersama Humas Uniga Ir. Mujib, MM dan Bagian Kemahasiswaan Nurgianto, S.Psi

Malangpostonline.com - Naufal Alif Fahrudin mahasiswa Universitas Gajayana memenangkan dua medali sekaligus dalam ajang National Open Tournamen Pencak Silat Of Kota Pahlawan Championship 2019. Dua medali tersebut yakni medali emas untuk  kategori tanding  dan medali perak kategori seni Putra Tingkat Mahasiswa. 

Setiap perlombaan apalagi lomba bela diri seperti pencak silat tentu membutuhkan perjuangan yang ekstra. Untuk meraih podium tertinggi di sebuah ajang nasional dan internasional bukan perkara mudah. 

Tidak hanya butuh persiapan fisik dan teknik, tapi juga mental. Hal itu juga yang dirasakan oleh Naufal hingga mencapai partai final dan memperoleh dua medali. 

Naufal harus melalui tahapan hingga enam kali pertandingan. Ia tidak pernah menghiraukan akan berhadapan dengan siapa di setiap pertandingan tersebut. Dalam benaknya hanya ada satu kata, menang dan juara. 

Kepada Malang Post, mahasiswa Jurusan Fisika ini mengungkapkan, kesan paling mendalam yang ia rasakan saat di partai final. Perjuangan keras sekaligus menegangkan dialami oleh Naufal saat menghadapi lawan yang dinilai memiliki kelebihan secara fisik. "Lawannya lebih tinggi dan berat badannya juga di atas saya. Otomatis pukulannya juga lebih keras," katanya. 

Merasa kalah secara fisik tak membuat semangatnya kendor apalagi pesimis. Ia harus mengejar kekurangannya tersebut dengan hal lainnya, yaitu teknik bertanding. "Mau tidak mau saya harus bermain lebih cantik dan taktis. Karena saya tidak mau kalah," ujarnya. 

Mahasiswa asal Pasuruan ini terus berusaha mencuri poin dengan mengandalkan teknik bermain yang taktis dan efektif. Serangan yang dilakukannya sebisa mungkin menghasilkan poin baik dengan pukulan maupun tendangan. 

Pukulan yang masuk akan menghasilkan satu poin. Sedangkan tendangan dua poin. Poin tertinggi tiga, bisa dihasilkan jika berhasil membanting lawan. "Saya tidak peduli harus memakai yang mana. Yang penting ada celah untuk menyerang, maka saya lakukan itu," imbuhnya. 

Usahanya untuk menjadi juara dalam pertandingan yang mempertemukan 3700 pelajar tersebut membuahkan hasil. Pertarungan alot di babak final dimenangkan Naufal dengan skor tipis dari lawannya yang berasal dari STKIP Sumenep. Ia pun bersyukur dengan hasil tersebut. "Tentu saya bersyukur bisa menang, karena skornya tipis sekali. Kalau dua tendangan lawan masuk dua kali saja, saya mungkin kalah," terangnya. 

Setelah menang dari kejuaraan National Open Tournamen Pencak Silat Of Kota Pahlawan Championship 2019, Naufal akan mempersiapkan diri ke kejuaraan yang yang lebih tinggi. Debut selanjutnya adalah kompetisi tingkat internasional yang akan digelar di Bali Bulan Januari 2020 mendatang. “Semoga saja ada kesempatan kesana, karena mungkin saat itu bulannya bersamaan dengan ujian,” kata dia. 

Sementara itu, Ketua UKM Unit Aktivitas Olahraga (Unaor) Uniga, Nanda Purama Faiz, merasa senang mahasiswa binaannya dalam satu organisasi mahasiswa bisa menorehkan prestasi tingkat nasional. “Itu artinya kami bisa, maka harapan kami Unaor bisa lebih maju dengan dukungan kampus berupa penambahan fasilitas belajar dan berlatih kami,” ujarnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU