Smart Tongkan Solusi Peningkatan Produksi dan Kualitas Garam Lokal

  • 05-12-2019 / 21:04 WIB
  • Kategori:Kampus
Smart Tongkan Solusi Peningkatan Produksi dan Kualitas Garam Lokal Ki-ka: Haryo Widya Darmawan, Annisa Widya Nurmalitasari dan Zehandana Khatami Rasyid menunjukkan Smart Tongkang rancangannya yang akan dilombakan pada ajang Advance Innovation Jam (AI-JAM) di Tokyo, Jepang pada 8 Desember mendatang.

Malangpostonline.com - Smart Tongkang atau Smart Barge karya mahasiswa UMM yakni Zehandana Khatami Rasyid, Haryo Widya Darmawan dan Annisa Widya Nurmalitasari pada 8 Desember mendatang akan mengikuti Advance Innovation Jam (AI-JAM) di Tokyo, Jepang. Ajang ini diikuti mulai siswa setingkat SMA hingga perusahaan yang merupakan penemu teknologi, termasuk artificial intellegent, big data, robotika dan lainnya.

Inovasi dari tiga mahasiswa tersebut berawal dari kecenderungan Indonesia untuk impor garam yang disebabkan produksi dan kualitas garam lokal tidak mencukup kebutuhan industri domestic baik untuk kepentingan industry maupun pangan. Faktor penyebabnya pun sangat beragam termasuk keterbatasan lahan, ketergantungan cuaca, dan efisiensi produksi yang rendah.

Salah satu anggota tim dari Teknik Mesin UMM, Zehandana Khatami Rasyid, memaparkan, kondisi tersebut mengharuskan adanya sebuah sebuah solusi berupa penambahan lahan yang fleksibel namun membantu percepatan produksi garam sesuai standar layak. Sehingga bisa dipindah-pindah dan didekatkan menuju pabrik untuk mengurangi biaya transport dan operasional truk.

“Solusi berupa penambahan lahan terapung menjadi masuk akal, karena bisa dipindah-pindah atau didekatkan menuju pabrik. Serta disematkan teknologi tambahan berupa control device android untuk mengetahui posisi, kadar air, temperatur, dan pengaktifan fitur mekatronika otomatisnya,” terang Zehandana.

Karena dilengkapi atap, cermin, generator kincir, sekop yang bisa dikendalikan otomatis, menjadikan Smart Tongkang buatannya anti karat, tow hook, dan anchor membuatnya mudah dipindahkan. pembuatan tambak garam hybrid pun diharapkan bisa menjadi solusi untuk membantu petani mempercepat pembuatan garam yang sesuai standar keperluan industri.

Tak hanya itu, melalui Smart Tongkang kualitas garam dapat ditingkatkan baik dari segi kebersihan, warna, penurunan kadar air, dan percepatan produksi dari 15 hari menjadi 8-10 hari karena rekayasa mekatronika tersebut. Artinya produksi panen akan lebih cepat dengan kualitas lebih baik serta berujung dengan harga jual panen yang lebih tinggi.

“Harapannya solusi ini akan menjadi penyebab berhentinya impor garam yang dilakukan pemerintah. Kami sedang menyusun dokumen paten untuk produk ini,” pungkas Zehandana, anggota tim ini.

Sebelumnya Smart Tongkang pernah menjadi juara II karya tulis ilmiah yang diadakan APSTM-PTM (Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhamadiyah), LNTRBM ( Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin) yang diadakan oleh BKSTM (Badan Kerja Sama Teknik Mesin) dan masih banyak lainnya.

Prototype yang dibuat dan dipersiapkan selama satu bulan lamanya ini menggunakan fasilitas yang terdapat di Lembaga Semi Otonom Mekatronik UMM. Dibimbing oleh Dra. Rr. Heni Hendaryati, MT, diharapkan selain diikutkan di ajang perlombaan nasional maupun internasional, karya ini akan benar-benar  bermanfaat bagi petani garam. (lin/Malangpostonline.com)

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU