Hadiri Forum Internasional, Rektor Unira Malang Dorong Islam Kawasan Asia Tenggara Damai

  • 16-12-2019 / 11:36 WIB
  • Kategori:Kampus
Hadiri Forum Internasional, Rektor Unira Malang Dorong Islam Kawasan Asia Tenggara Damai

Malangpostonline.com - Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang kembali mencatatkan diri sebagai bagian penting promosi Islam Damai. Bersama sejumlah tokoh penting Asia, Rektor Unira Malang, Dr Hasan Abadi, mendorong terbangunnya Islam Kawasan Asia Tenggara yang damai dan harmoni.

Kajian prospek Islam damai dan harmoni ini terangkat dalam forum internasional bertema '3rd International Conference on Current Trends in the Middle East,' yang digelar di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) Malaysia, 6-7 Desember 2019 lalu.

Konferensi internasional ini dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Namik Kemal Universitasie Turki dan Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang, Indonesia. Sejumlah tokoh Asia menjadi keynote speaker dalam forum ini. Diantaranya, Prof Dr Ensar Nisanci (Turki), Dr Hasan Abadi (Indonesia), dan Dr Yasser Abdelrahim (Kuwait).

Presentasi oleh semua keynote speaker disampaikan dalam beberapa bahasa, termasuk Inggris dan Arab. Rektor Unira, Dr Hasan Abadi, sendiri mempresentasikan jurnalnya tentang 'Meretas Jalan menuju Perdamaian Dunia' dalam bahasa Inggris.

"Masih banyak konflik, peperangan dan fenomena antiperdamaian lainnya terjadi di berbagai belahan dunia. Maka, Universitas Islam Raden Rahmat Malang, bersama Sinergi Indonesia dan Gerakan Pemuda Ansor, pun perlu ikut menyumbangkan dan menyebarkan pemikiran tentang perdamaian dunia," kata Rektor Hasan Abadi.

Hasan Abadi juga menyampaikan keprihatinanya pada berbagai konflik dan peperangan yang terjadi. Mulai di Syiria, di Iraq, Palestina, Pakistan, Afrika Tengah, India, hingga Indonesia sendiri.

"Kami juga berkeinginan kuat untuk menjadikan kampus kami sebagai universitas yang berbasis perdamaian dalam arti yang sesungguhnya. Kami ingin konsisten mempromosikan toleransi dan memperjuangkan Perdamian Dunia," tegas Rektor muda ini.

Untuk tujuan itu, lanjutnya, pihaknya terus menginisiasi berbagai konferensi, seminar, kolokium, diskusi dan dialog tentang perdamaian. Harapannya, terkumpul dan terbangun pemikiran dan best practices, dan pengaruh solutif terkait upaya mewujudkan perdamaian lokal maupun global. 

Hasan juga mengutip Pembukaan UUD Republik Indonesia Tahun 1945, yakni “…dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Artinya, kata Hasan, Perdamaian Dunia merupakan cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa Indonesia. 

"Itulah sebabnya, menjadi semakin penting memperjuangkan perdamaian dunia dan mempromosikan toleransi tanpa henti, tanpa lelah. Sekali lagi, kita tidak boleh kalah. Toleransi dan Perdamaian haruslah menjadi pemenang di hati, pikiran, tindakan dan di lingkungan kita," tegas Hasan Abadi.

Dalam forum konferensi internasional perdamaian ke-3 ini, juga dilakukan diskusi isu-isu kemanusiaan. Diskusi ini melibatkan tokoh dan aktivis berbagai negara yang selama ini concern pada isu-isu perdamaian dunia.

Untuk memperkuat upaya membangun Islam Kawasan Asia Tenggara yang damai dan harmonis, usai konferensi Rektor Unira melakukan kunjungan ke beberapa kampus, menawarkan kerja sama membangun Islam Kawasan Asia Tenggara yang damai ini. Diantaranya, di Universitas Teknologi Malaysia, Universitas Sains Islam Malaysia, dan Universitas Fathoni Thailand. (amn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU