Triple Helix Solusi Meningkatkan Nilai Tambah Ketenagakerjaan

  • 17-12-2019 / 19:42 WIB
  • Kategori:Kampus
Triple Helix Solusi Meningkatkan Nilai Tambah Ketenagakerjaan Prof. Devanto Shasta Pratomo, SE.,M.Si.,Ph.D bidang Ketenagakerjaan (kiri) dan Prof. Dr. Dra. Sri Winarsih, M.Si., Apt bidang Mikrobiologi (kanan) dikukuhkan sebagai profesor pada Rabu (18/12).

Malangpostonline.com - Akhir tahun 2019 Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan profesor dari tiga fakultas yakni Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Rabu (18/12). Antara lain Prof. Dr. Dra. Sri Winarsih, M.Si., Apt bidang Mikrobiologi, Prof. Devanto Shasta Pratomo, SE.,M.Si.,Ph.D bidang Ketenagakerjaan, dan Prof. Dr. Drs. Mochammad Al Musadieq, BBA.,MBA bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi.

Profesor aktif ke-23 dan ke-181 UB, Prof. Devanto Shasta Pratomo, SE.,M.Si.,Ph.D, memaparkan, Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan kondisi bonus demografi yang disebabkan oleh melimpahnya jumlah penduduk usia prouktif (penduduk usia 15-64 tahun) dibandingkan usia tanggungan. Apabila keadaan ini bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan menjadi berkah dan kekuatan besar dalam menghadapi era persaingan.

“Disamping kebijakan makro ekonomi, penyiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal ketenagakerjaan menjadi kunci, sayangnya data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2018 menunjukkan angkatan kerja Indonesia masih didominasi tingkat pendidikan rendah,” papar Prof. Devanto.

Dijabarkannya, angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 5.34 persen dibanding 2015. Namun angka pengangguran saat ini masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina. Sehingga untuk mengatasi ini perlu dorongan pemerintah melalui kebijakan pengembangan ketenagakerjaan harus diselaraskan dengan perkembangan di era ekonomi digital saat ini.

Disisi lain pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis digital dan penciptaan ekosistem yang menggambarkan sinergi antara dunia usaha, pendidikan, dan pemerintah juga perlu dikembangkan. Triple Helix tersebut diperlukan dalam hal penelitian dan pengembangan (R&D), inovasi dan upaya peningkatan nilai tambah.

“Ketiga mediator tersebut harus saling ketemu sehingga gap-gap yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan permasalahan ketenagakerjaan itu bisa ditemukan solusinya, keharmonisan tiga pilar itu menjadi kuncinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kualitas SDM sebagai modal ketenagakerjaan juga bisa dimulai dari bidang pendidikan dengan memperbaiki kurikulum, tidak hanya cukup satu mata kuliah wirausaha tetapi didalamnya perlu diajarkan mindset berpikir kreatif. Pada kurikulum ini tidak hanya memfokuskan pada hard skill tetapi juga soft skill seperti keterampilan yang di luar akademis.

“Salah satu keterampilan itu misalnya penambahan digital skill untuk memberikan praktis di era digital ini,” tegas Prof. Devanto.

Sementara di bidang Mikrobiolgi, Prof. Dr. Dra. Sri Winarsih, M.Si., Apt, mengangkat fenomena demam tifoid atau yang biasa dikenal dengan tifes, penyebabnya bakteri Salmonella Typhi dan Salmonella Paratyphi. Penyakit infeksi ini masih menjadi masalah kesehatan bahkan kematian akibat tifes cukup tinggi.

“Secara ilmiah, untuk mempertahankan siklus hidupnya bakteri memiliki kemampuan mengembangkan mekanisme untuk melawan obat yang mengganggu hidupnya (resistensi), cara mengatasi resistensi ini adalah dengan vaksinasi dan imunomodulasi,” terang Prof. Sri.

Cara tersebut lebih mentguntungkan bagi masyarakat karena tidak menyebabkan seseorang merasakan sakit, selain itu bhan yang tidak langsung kontak dengan sel bakteri sehingga tidak menginduksi resistensi bakteri. Vaksinasi dan imunomodulasi mengandalkan respon kekebalan pada diri manusia, sifatnya mencegah penyakit secara spesifik.

“Sedangkan imunomodulasi bersifat tidak spesifik dengan menggunakan senyawa kimia yang dapat mengatur respon kekebalan tubuh untuk melawan semua jenis penyakit infeksi,” tandas Profesor aktif ke-10 FK dan ke-180 UB ini. (lin/Malangpostonline.com)

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU