218 Mahasiswa UB Dapat Beasiswa Bazis Selama 6 Bulan

  • 07-01-2020 / 19:48 WIB
  • Kategori:Kampus
218 Mahasiswa UB Dapat Beasiswa Bazis Selama 6 Bulan Bazis UB secara simbolis menyerahkan bantuan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu dan berprestasi di bidang keagamaan.

Malangpostonline.com – Berikan beasiswa kepada 218 mahasiswa, Badan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) Universitas Brawijaya (UB) gelontorkan lebih dari Rp 650 juta. Beasiswa pendidikan tersebut berasal dari pengumpulan zakat terutama remunerasi karyawan dan dosen sebesar 2.5 persen. Pada batch I ini masing-masing mahasiswa menerima bantuan sebanyak Rp 3 juta untuk 6 bulan.

Dana yang terkumpul tersebut disalurkan kepada yang memenuhi syarat, salah satunya dalam bentuk beasiswa. Syarat penerima bantuan ini yakni mahasiswa tidak mampu termasuk yang menunggak UKT, tidak mendapatkan beasiswa manapun, berprestasi dalam bidang agama, fisabilillah, hafal 30 juz, mualaf dan lain sebagainya.

 Direktur Pengelola Bazis UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, mengatakan, untuk memilih mahasiswa penerima bantuan zakat ini pihaknya melibatkan banyak pihak baik di tingkat perguruan tinggi maupun masing-masing fakultas agar mendapatkan data akurat.

“Rp 3 juta untuk enam bulan, nanti setelah itu akan kami evaluasi apakah mahasiswa Batch I ini masih berhak menerima atau ada mahasiswa lainnya yang lebih membutuhkan, karena salah satu tujuan beasiswa ini untuk membantu mereka yang tidak mampu, menuggak UKT dan seterusnya,” ujar Prof. Imam.

Penyaluran beasiswa tersebut dapat melalui beberapa teknis, baik diberikan secara tunai maupun transfer. Namun khusus bagi mahasiswa yang menunggak UKT beasiswa tersebut akan secara otomatis digunakan untuk pembayaran dan tunggakan tersebut akan terpotong. Bukti pemotongan UKT selanjutnya dikirim ke penerima bantuan zakat.

Setelah sukses mengumpulkan 218 pada batch I, enam bulan kedepan Bazis UB akan kembali meluncurkan penerima beasiswa batch II dengan kuota menyesuaikan dana yang terkumpul. Artinya kuota mahasiswa bisa lebih atau kurang dari batch I.

“Kalau IPK tidak secara digit kami syaratkan, yang jelas IPK harus di atas 2.00, yang penting tidak mampu karena ini kan zakat,” paparnya.

Ia berharap dengan adanya beasiswa ini  dapat meringankan beban mahasiswa baik untuk kehidupan sehari-hari maupun membantu biaya UKT. Kedua mampu memotivasi mahasiswa berprestasi di bidang keagamaan, fisabilillah, pengurus masjid dan lain sebagainya.

“Memang Rp 3 juta tidak banyak jika dilihat dari kebutuhan tidak mencukupi tetapi setidaknya bisa membantu, Rp 500 sebulan apabila hemat bisa membantu mahasiswa tersebut,” tandas Prof Imam. (lin)

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU