Masuk Politeknik Negeri di Indonesia, Ganti Nama Jadi SNMPN, SBMPN dan Mandiri

  • 08-01-2020 / 17:52 WIB
  • Kategori:Kampus
Masuk Politeknik Negeri di Indonesia, Ganti Nama Jadi SNMPN, SBMPN dan Mandiri Pembantu Direktur 1 Politeknik Negeri Malang (Polinema), Supriatna Adhisuwignyo.

Malangpostonline.com – Seleksi masuk Politeknik Negeri yang sebelumnya bernama Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN), mulai tahun 2020 berubah menjadi Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN). Meski istilahnya berubah namun mekanisme dan proses seleksi masih sama dengan PMDK-PN yang nantinya akan diikuti oleh 42 politeknik negeri se-Indonesia.

Dikatakan oleh Pembantu Direktur 1 Politeknik Negeri Malang (Polinema), Supriatna Adhisuwignyo, perubahan dilakukan untuk menyamakan bahwa politeknik itu adalah pendidikan tinggi vokasi yang memiliki kesetaraan dengan kampus akademik lainnya. Sehingga penamaannnya pun hampir mirip dengan kampus akademik.

“Jadi kami merubah dari yang dulu PMDK-PN sejak 2020 ini dirubah menjadi SNMPN, begitu pula dengan yang dulunya Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) juga akan dirubah menjadi Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) berlaku secara nasional,” ujar Supriatna.

Seleksi berdasarkan pola tidak ada perubahan signifikan, jalur SNMPN atau tanpa tes yakni menggunakan prestasi akademik dan non akademik. Calon mahasiswa dari SMA, SMK, dan MA bisa mendaftar jalur ini atas rekomendasi sekolah kepada politeknik negeri. Kuota yang diberikan yakni sebesar 35 persen dari keseluruhan daya tampung kampus.

Seleksi jalur SNMPN, pihak politeknik negeri tidak memaksakan sekolah untuk akreditasi tertentu melainkan semua sekolah bisa memberikan rekomendasi kepada siswanya. Kriteria yang digunakan untuk menerima calon mahasiswa salah satunya dari latar belakang dan track record sekolah, serta track record kakak kelasnya juga menjadi pertimbangan.

“Kakak kelasnya kami lihat, ternyata sudah masuk di Polinema dan IPK bagus di atas 3.50 itu akan kami jadikan pertimbangan menambah mahasiswa atau siswa dari sekolah tersebut, ternyata rekomendasi tahun kemarin kurang bagus dan IPK di bawah 3.00 akan kami kurangi,” jelasnya.

Dikatakannya selain jalur SNMPN, untuk masuk ke politeknik negeri juga bisa melalui SBMPN dengan kuota 35 persen dan jalur mandiri (termasuk kerja sama dan kemitraan) sebesar 30 persen. Jika pada tahun 2019 Polinema menerima 3.312 mahasiswa baru (maba), pada tahun 2020 ada penambahan jumlah maba menjadi 3.690 mahasiswa dengan rincian sebanyak 1.291 jalur SNMPN, 1.291 jalur SBMPN dan 1.108 jalur Mandiri.

Kenaikan ini terjadi lantaran tahun ini ada Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) pada Program Studi DIII Akuntansi, DIII Manajemen Informatika, dan DIII Teknik Mesin. PSDKU ini berlokasi di Kediri dengan jumlah masing-masing prodi sebanyak 5 kelas.

Pendaftraran Jalur SNMPN dimulai pada 6 Januari - 6 Maret, sedangkan SBMPN rencana pendaftaran mulai 12 Mei – 11 Juni. Sedangkan jalur Mandiri termasuk kerja sama dan kemitraan jadwal masih dalam pembicaraan dengan pihak-pihak terkait.

Bukan saja kenaikan jumlah maba, saat ini Polinema tengah menunggu Surat Keputusan (SK) prodi baru DIV Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi.

“Kami masih nunggu, sehingga belum berani kami tawarkan ke mahasiswa baru karena SK belum keluar meskipun prinsipnya sudah disetujui, mungkin ditawarkan saat SBMPN atau Mandiri kami belum tahu,” tutup Supriatna.

Informasi seputar pendaftaran jalur SNMPN bisa diakses melalui laman https://snmpn.politeknik.or.id. (lin)

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU