Rektor IPM: Kunci Sukses Komitmen Dan Ikhlas

  • 09-01-2020 / 17:50 WIB
  • Kategori:Kampus
Rektor IPM: Kunci Sukses Komitmen Dan Ikhlas Rektor IPM Dr. Ir. Agus Sukarno, M.P.

Malangpostonline.com - Sejak tanggal 23 Desember 2019, Institut Pertanian Malang (IPM) memiliki rektor baru. Yaitu Dr. Ir. Agus Sukarno, M.P. Ia bukan orang baru di lingkungan IPM. Bahkan menjadi sosok yang juga berperan penting dalam pendirian kampus ini di tahun 1985 silam.

Sejak saat itu Agus mulai ambil bagian dalam pengembangan lembaga hingga saat ini. Beberapa jabatan penting di IPM sudah pernah didudukinya. Baik jabatan akademik maupun struktural.

Sudah lebih setengah bulan yang lalu, Agus Sukarno dilantik menjadi Rektor IPM menggantikan Dra. Hani Sri Handayawati, M. Si. Menjadi rektor bukanlah mimpi atau tujuannya dalam mengabdikan diri di IPM. Namun tugas dan amanah yang diberikan yayasan untuk memimpin kampus tidak bisa dihindarinya. "Jabatan rektor ini adalah amanah, bismillah saya terima dengan lapang sebagai ladang ibadah," ucapnya kepada Malangpostonline.com.

Selama di IPM beberapa jabatan penting yang pernah diberikan kepada Agus, antara lain Sekretaris Fakultas Kehutanan tahun 1985-1988. Kemudian menjadi Kepala BAK dan Kemahasiswaan hingga tahun 1993. Dilanjutkan menjadi Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) sampai 1996.

Selanjutnya dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kehutanan tahun 2001 hingga 2013. Dan menjadi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan tahun 2014 hingga kemudian menjadi Rektor IPM tahun 2019.

Dalam bekerja pria ramah ini mempunyai prinsip, bahwa dalam mencapai sukses diperlukan komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan. Komitmen tersebut diimplementasikan dengan sikap kesungguhan dan pantang menyerah.

Ia yang pernah menjadi Lektor Kepala tahun 2005 ini juga berprinsip bahwa setiap tugas harus dilaksanakan dengan senang hati dan penuh ikhlas. Sehingga pekerjaan yang dilakukan bernilai ibadah. "Karena kita yakin bahwa semuanya tidak lepas dari campur tangan Tuhan," terangnya.

Menurutnya kepemimpinan yang ideal adalah yang mampu membawa perubahan yang baik, bagi lingkungan dan orang-orang yang dipimpin. Untuk mewujudkan hal itu, Agus memegang teguh ajaran Ki Hajar Dewantara, dengan semboyan “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”.

Lulusan S2 dan S3 Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan, soerang pemimpin tidak harus selalu di depan. Tetapi ada kalanya di tengah bahkan perlu juga di belakang orang yang dipimpin.  "Ketika di depan seorang pemimpin harus menjadi inspirator dan teladan yang baik. Saat di tengah menjadi sosok yang mengayomi dan ngemong orang yang dipimpinnya. Dan perlu juga di belakang mereka untuk mendorong dan menjadi motivator," terang pria yang mempunyai lima cucu ini.

Agus Sukarno merupakan pilihan yang tepat menjadi rektor IPM. Segudang prestasi dan pengalamannya menjadi bukti akan potensi dan kompetensinya yang hebat. Ia sering menjadi tenaga ahli dan narasumber pada kegiatan konsultasi publik, Perum Perhutani KPH Malang dan Probolinggo. Serta Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam dan Dinas Kehutanan Jatim. 

Atas dedikasinya tersebut, Agus mendapat Penghargaan dari Presiden RI berupa Satyalencana Karya Satya tahun 2009 di era SBY dan tahun 2016 di era Jokowi. Ia juga selalu menghimbau kepada civitas akademika IPM untuk terus optimis menatap masa depan. "Harus terus bersemangat, karena kita punya potensi untuk maju. Kerja keras sudah menjadi kewajiban kita untuk mewujudkan Tri Dharma sesuai tupoksinya," pungkas Agus. (imm)

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU