Menko PMK Minta Motodoro SRI Segera Dipatenkan

  • 11-01-2020 / 19:02 WIB
  • Kategori:Kampus
Menko PMK Minta Motodoro SRI Segera Dipatenkan UJI COBA: Menteri Koordinator Bidang PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P meninjau langsung kecanggihan Motodo SRI besutan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM.

Malangpostonline.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P akan menawarkan Motodoro Spraying Robotic Indonesia (SRI) ciptaan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada presiden.

Motodoro SRI dirancang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berguna membantu petani dalam mengatasi hama dan penyakit. Hal itu disampaikan Muhadjir Effendy, usai menyaksikan langsung kecanggihan teknologi ini di lahan percobaan FPP UMM, Sabtu (11/1) kemarin. Motodoro SRI  menjadi salah satu solusi bagi pembangunan desa di sektor pertanian.

“Saya sudah meminta UMM untuk dibikin yang bagus termasuk video dan penyajiannya dan akan kami sampaikan ke Presiden,” ujar Muhadjir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini juga  meninjau langsung ke lahan percobaan FPP UMM untuk mengetahuai secara seksama penggunaan alat ini. Termasuk jangkauan Motodoro SRI yang mampu menyemprot 80 hektar dalam waktu beberapa jam, serta dapat mendeteksi tanaman mana yang terkena hama dan penyakit.

Muhadjir menyarankan agar Motodoro SRI segera dipatenkan agar dapat memberikan manfaat lebih meluas di bidang pertanian. Terlebih bila dibandingkan dengan penyemprotan hama dan penyakit, teknologi ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan manual atau menggunakan mesin khususnya pengaplikasian lahan yang luas.

“Harganya tidak mahal kalau dirakit sendiri. Kalau dirasa harganya mahal bisa digunakan tidak harus milik pribadi tetapi bisa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), atau bisa berkolaborasi untuk menggunakannya secara bersama-sama,” urainya.

Inovasi besutan FPP UMM membuat Muhadjir merasa bangga dan terharu. Sebab, teknologi dengan kecerdasan buatan sangat dibutuhkan untuk pembangunan desa di sektor pertanian. Hal tersebut sejalan dengan lima program prioritas presiden di tahun 2020 diantaranya pembangunan SDM dan transformasi ekonomi.

Founder Motodoro, Wahono memaparkan, Motodoro SRI telah diselesaikan pembuatannya pada akhir 2019. Teknologi berbentuk drone ini memiliki kapasitas 23 liter dan dalam satu jam mampu menyemprot dengan luasan lahan 10 hektar.

“Sebelum sampai ke Motodoro SRI ini kami mulai dari drone kecil, kemudian prototype, hingga sampai sekarang ini,” jelas Wahono.

Dikatakannya, dengan alat ini bisa memberikan manfaat antara lain, lebih efisien dan produktivitas petani meningkat. Motodoro SRI sudah pernah diterapkan untuk perusahaan Green Giant Pineapple, yakni perkebunan nanas terbesar di dunia.

“Lebih efisien karena bila menggunakan manual satu hektar bisa dikerjakan 4 orang dengan upah Rp 100 ribu, sedangkan dengan Motodoro SRI bisa menjangkau 10 hektar dalam satu jam,” tandasnya. (lin/aim)

Editor : aim
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU