Ajak Keluarga Sukses, Dekan FIK UM Tak Ingin Berhasil Seorang Diri

  • 15-01-2020 / 16:35 WIB
  • Kategori:Kampus
Ajak Keluarga Sukses, Dekan FIK UM Tak Ingin Berhasil Seorang Diri Dekan FIK UM, Dr. Sapto Adi, M.Kes

Malangpostonline.com - Tak ingin berhasil sendiri di dalam keluarga menjadi motto hidup Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Sapto Adi, M.Kes. Kalimat tersebut bahkan memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir, karakter sekaligus sugesti tersendiri untuk mengajak istri dan dua anaknya menjadi orang sukses.

Menurut Sapto, keberhasilan yang diraihnya tidak akan bermakna apabila anggota keluarga inti tidak ikut berhasil. Motto yang ia tanamkan itu sekaligus doa tersendiri baginya, sebab sang istri juga turut sukses dalam karirnya menjadi seorang guru sedangkan kedua anaknya lulusan S2 serta telah memiliki pekerjaan mapan.

"Berhasil ini tidakboleh hanya diukur dalam satu atau dua aspek saja melainkan juga berupa formal dan bor formal yang menjadi satu kesatuan, intinya saya tidak ingin berhasil sendiri," kata Sapto kepada Malang Post.

Sebelum menjadi dekan, Sapto sebelumnya pernah menjadi Ketua Jurusan Ilmu Keolahragaan. Lalu pada periode 2014-2018 diangkat menjadi Wakil Dekan I Bidang Akademik.

Ia kembali dipercaya memimpin FIK UM sebagai Dekan pada periode 2018-2022. Namun jabatan tersebut tak membuatnya terlena, justru tantangan datang semakin besar. Terutama dalam membawa FIK UM menjadi fakultas yang unggul dan lebih baik lagi.

"Karena dari 9 Fakultas di UM, FIK ini termasuk kategori fakultas terkecil nomor dua dari bawah baik dari segi jumlah mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan," jelasnya. 

Terlebih FIK UM terbilang baru jika dibandingkan fakultas lainnya. Sehingga dari kategori terkecil itulah bagaimana ia membangkitkan seluruh civitas akademika untuk memiliki kinerja yang jauh lebih baik. Termasuk memacu 81 jenis dari bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan tata kelola organisasi agar dapat terselesaikan dengan lancar dan optimal.

Tak hanya itu, FIK UM mayoritas kegiatannya dilakukan di lapangan seperti Pendidikan Jasmani, Ilmu Keolahragaan, dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Sementara sebagian tuntutan kontrak kinerja juga harus dilakukan di balik komputer.

"Sebagai contoh adalah bagaimana kuantitas atau jumlah usulan penelitian, pengabdian, jumlah buku, karya yang di hasilkan termasuk artikel yang harus dipublikasikan, ini kan kegiatan yang dibalik komputer sementara kami lebih banyak aplikatif di lapangan," urai ayah dua anak ini.

Namun ia optimis mampu membawa FIK UM menjadi fakultas yang lebih baik dan berprestasi. Utamanya ikut serta mendukung visi dan misi universitas menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul dan rujukan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

"Karena kami FIK tentu menjadi rujukan IPTEK keolahragaan berbasis teknologi informasi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, karyawan dan seluruh warga UM serta masyarakat luas," tandas alumni S3 Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.

Dalam kesehariannya Sapto mempunyai filosofi sederhana yakni bermanfaat bagi banyak orang, dimanapun dan kepada siapapun. Kalimat tersebut juga menjadi benteng dalam karirnya agar selalu amanah dan memberikan manfaat secara menyeluruh bukan saja lingkungan UM melainkan juga harus mampu memberi dampak kepada masyarakat. (lin)

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU