Unisma Usung Program KKN Berbasis Tematik

  • 27-01-2020 / 16:29 WIB
  • Kategori:Kampus
Unisma Usung Program KKN Berbasis Tematik ARAHAN: Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si memaparkan materinya tentang KKN Tematik kepada para mahasiswa sebelum mereka melaksanakan tugas KKN.

Malangpostonline.com - Univeristas Islam Malang (UNISMA) bulan depan kembali akan mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan tugas KKN-PPM Semenster Gasal 2019 2020. Program KKN Unisma kali ini berbasis tematik. Atau disebut dengan KKN Tematik. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan KKN masih konvensional berbasis wilayah.

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menegaskan, bahwa konsep KKN tematik fokus pada satu bidang, sesuai permasalahan kemasyarakatan dan arah kebijakan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah.

Misalnya bidang pendidikan anak usia dini, kesehatan, perekonomian atau yang lain. Sehingga tugas mahasiswa tidak bias pada masalah-masalah lain yang ada di masyarakat.  "Mahasiswa KKN harus fokus pada satu bidang,  tidak boleh pecah pada yang lain," katanya, saat Pembekalan KKN-PPM Tematik Semenster Gasal 2019 2020, Kamis (23/1), di Gedung Pasca Sarjana Unisma.

Baca Juga: Bupati Malang Bakal Berangkatkan KKN Tematik Unisma

Dalam kesempatan tersebut Maskuri memberikan orientasi tentang KKN tematik. Bukan lagi pembekalan. Ia mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa ke tengah masyarakat bukan sebagai kuli. Tetapi sebagai creator yang mampu mengungkap satu permasalahan dan memberikan solusi bersama dengan masyarakat. “Tunjukkan pada masyarakat bahwa anda adalah para intelektual yang membawa bekal pengalaman dan keilmuan untuk mengungkap potensi dan mengembangkannya bersama masyarakat,” ujarnya. 

Menurut dia, KKN Tematik merupakan satu bentuk perubahan yang ditunjukkan Unisma dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan tingkat tinggi saat ini. “Perubahan itu penting untuk menuju daya saing yang berkemajuan. Maka unisma tidak boleh mempertahankan budaya yang selama ini tidak memberikan perubahan,” tuturnya. 

Saat pelaksanaan KKN-PPM nantinya mahasiswa akan dibentuk menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari sepuluh mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Dengan demikian masing-masing mahasiswa dapat berperan sesuai bidangnya. "Karena orientasi kita tidak hanya output tetapi juga outcame. Sehingga tidak sekedar menggelar kegiatan, yang tidak ada nilai manfaatnya,” kata dia.

Dan selama masa KKN, mahasiswa diberi tugas untuk menulis laporan yang berkaitan dengan aktivitas mereka. Oleh karena itu, Unisma menghadirkan Direktur Malang Post Dewi Yuhana  untuk memberikan bekal jurnalistik kepada mahasiswa, agar mereka tidak kesulitan dalam membuat laporan berupa berita.  

Sebelum masuk ke materi jurnalistik, Dewi Yuhana memberikan motivasi kepada mahasiswa dengan memberikan pengertian bahwa semua elemen kampus punya tugas membranding kampusnya. Termasuk juga mahasiswa. “Jadi memperkuat branding kampus ini tidak hanya tugas humas atau rektot, tapi juga kalian,” terang Hana, sapaan akrabnya.

Terkait materi jurnalistik, ia menjelaskan bahwa unsur berita tidak lepas dari rumusan 5W 1H (What, When, Where, Who, Why dan How). Kefaktualan dalam berita adalah ukuran yang sangat penting. “Jadi membuat berita jangan ngarang, nanti malah menjadi hoax,” katanya.

Sesi pembekalan materi jurnalistik ini berjalan seru dan komunikatif. Hana sebagai narasumber, menjadikan suasana forum tidak kaku. Komunikasi interaktif terjadi selama pemberian materi berlangsung. Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan satu per satu unsur 5W 1H yang dipaparkan. (imm/)

Editor : imm
Uploader : rois
Penulis : Imam W.
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU