UMM Kebut Produksi 1.000 APD

  • 02-04-2020 / 19:02 WIB
  • Kategori:Kampus
UMM Kebut Produksi 1.000 APD

Malangpostonline.com – Penyebaran pandemi Covid – 19 terus meningkat di Malang Raya. Berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 tidak bisa di lakukan oleh satu pihak. Universitas Muhammadiyah Malang salah satunya. Saat ini, UMM bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengupayakan untuk memproduksi 1000 pakaian Alat Pelindung DIri (APD) untuk rumah sakit se Jawa Timur.

Fachrudin, Penanggung Jawab Produksi APD menjelaskan ide awal pembuatan APD karena minimnya stok yang di miliki oleh RS UMM. “Awalnya kita bikin untuk internal RS UMM. Dan ternyata RS sekitar kita ternyata juga minta di buatkan karena memang stoknya kurang. Lalu kami di tunjuk RS UMM untuk membuat 1000 APD dan kerjasama dengan Pemprov itu, “ Ujar Udin, sapaan akrbanya, saat di temui Malang Post.

Untuk bisa memenuhi target 1000 APD, ia pun mengerahkan tujuh penjahit untuk menjahit APD. Udin pun juga di target dalam waktu dua minggu untuk bisa menyelesaikan pesanan APD. “ Kita mengerahkan 7 penjahit dengan deadline waktu 2 minggu. Tapi Alhamdulillah  separuh lebih APD sudah kita setorkan ke RS UMM. Ini mengejar deadline lagi minggu ini sisa kekurangan APD, “ jelasnya.

Bukan tanpa halangan, Udin mengaku kesulitan mencari bahan baku APD yaitu, Parasut Ripstop T190 atau Poly Propylene Spun Bonded. Ia pun mencari bahan hingga Jawa Tengah. “ Kalau tenaga penjahit kita siap. Yang sulit itu bahan baku. Bahan parasut dan karet sudah sulit. Yang saat ini produksi kita dapat di Jawa Tengah, “ ucapnya.

Sementara itu, dr Thontowi Djauhari Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RS UMM telah menyerahkan blue print desain APD Cover All kepada Bakorwil Malang . Thontowi optimis pemerintah Provinsi Jatim bisa menggerakkan UMKM untuk memproduksinya lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan tenaga medis.

“Saya percaya Tim Pemprov bisa menggerakkan UMKM untuk memproduksi,” katanya.

Menurut Thontowi, kebutuhan APD di RS UMM sudah mencukupi. Sementara sekarang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi apabila ada lonjakan pasien COVID-19 sebulan ke depan.

Dia juga menghitung kebutuhan APD untuk menangani COVID-19 paling tidak sekali menangani pasien ditaksir membutuhkan 18 Coverall. Hal itu sesuai perhitungan mulai dari UGD, Poli, ruangan dikali tiga sift.

“Maka dari itu, minimal Rumah Sakit itu sedia 1.000 Coverall. Karena perang kita dua bulan lagi. Untuk APD biasa minimal punya 4.000. Kalau pakai yang mahal semua bisa kolabs Rumah Sakit,” katanya.

Menurut Thontowi, pakaian Coverall yang diproduksi RS UMM di kisaran harga Rp 200 ribu per potong. Hal itu sudah sesuai standar keamanan medis. “Kalau tidak menangani pasien COVID-19 bisa pakai APD yang biasa Rp50 ribuan,” katanya.

Sebelumnya, UMM dengan melibatkan mahasiswa membuat alat Safety Chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman. Alat berbentuk kotak transparan ini digadang mampu meminimalisir penularan.

Cara penggunaannya, pasien tinggal masuk ke pelindung yang terbuat dari bahan mika ini untuk diketahui gejala yang dirasakan. Tenaga medis yang bertugas tentunya akan lebih aman karena dipisahkan ruang dari pasien.

Meski masih dalam tahap penyempurnaan, sambung Thontowi, ke depan alat ini akan dilengkapi dengan sejumlah fitur lain untuk lebih meminimalisir peluang penularan. Seperti penambahan alat bantu bernapas, sehingga pasien tetap merasa nyaman saat dilakukan pemeriksaan di dalam Safety Chamber. Serta, akan diminimalisir dari penggunaan lem agar terhindar kebocoran.

Dilanjutkan Thontowi, alat inovasi kesehatan prakarsa UMM di tengah pandemi global Covid-19 ini rencananya akan diproduksi masal untuk membantu rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan para tenaga kesehatan.

"Perawatannya mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol. Atau cukup menggunakan sabun deterjen. Karena deterjen lebih efektif membersihkan," ungkap Thontowi.

Terakhir Thontowi berharap, ada pihak yang bersedia membantu mengembangkan dan mendanai projek inovasi kesehatan ini. (fir)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : Firman
Uploader : slatem
Penulis : Firman
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU