FIA UB Pastikan Kesehatan Mahasiswa dengan Luncurkan Aplikasi Berbasis Web

  • 05-04-2020 / 20:03 WIB
  • Kategori:Kampus
FIA UB Pastikan Kesehatan Mahasiswa dengan Luncurkan Aplikasi Berbasis Web

Malangpostonline.com - Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB membuat aplikasi berbasis web untuk melacak keberadaan dan keadaan mahasiswanya. Bernama Tracking Mahasiswa, aplikasi ini dapat diakses melalui handphone masing-masing dan telah diluncurkan Sabtu (4/4) lalu.

Ketika mahasiswa mengakses aplikasi ini dari handphonenya maka secara otomatis akan terdeteksi lokasinya. Tracking Mahasiswa telah diinformasikan kepada 5.616 mahasiswa FIA UB di semua jenjang. 

"Aplikasi ini bisa diakses melalui laman website fia.ub.ac.id/tracking-mhs, pada saat masuk mahasiswa diminta mengisi data mulai dari memasukkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan tanggal lahir, lalu akan dicocokkan secara otomatis oleh sistem sehingga hanya mahasiswa FIA UB yang bisa login," ujar Humas FIA UB, Aulia Luqman Aziz.

Dari pengisian tersebut Tracking Mahasiswa langsung bisa mendapatkan data lokasi akurat keberadaan mereka saat itu, apakah sedang di Malang atau kembali ke daerah asal. Melalui aplikasi ini FIA UB ingin mendapatkan data melalui beberapa pertanyaan seputar apakah yang bersangkutan masih tinggal di Malang atau sudah pulang kampung. 

Selanjutnya mahasiswa diminta untuk menuliskan alamat lengkap keberadaanya. Tak lupa juga mereka turut diberi pertanyaan seputar kondisi kesehatannya. 

Kepada Malang Post, Luqman memaparkan, tracking mahasiswa perlu dilakukan dalam rangka menyusun kebijakan lanjutan yang terkait kegiatan akademik dan kemahasiswaan di masa pandemi Covid-19.

"Kami merasa turut bertanggungjawab untuk mengetahui keberadaan dan keadaan mahasiswa saat ini, sehingga dapat diambil tindakan lebih lanjut bila ada yang termasuk kategori ODP maupun PDP," terangnya.

Sejak diluncurkan aplikasi ini telah mendapat respon sebanyak 465 mahasiswa per Minggu (5/4) pukul 11.26 WIB terdiri dari 322 pulang kampung dan 140 tetap di Malang. Data tersebut masih sangat jauh dari total mahasiswa yang ada, sehingga perlu dilakukan sosialisasi lagi.

Selain itu juga, pada 30 Maret lalu mahasiswa sudah lebih dulu diminta mengisi form dalam bentuk Google Form oleh Tim Satgas Covid-19 UB. Sehingga kemungkinan timbul beberapa pertanyaan seperti mengapa mengisi data kembali.

Ia melanjutkan, dari pengisian tersebut mayoritas mahasiswa menyatakan dalam kondisi sehat meski dan beberapa sakit dengan kondisi gejala Covid-19.

"Dengan gejala Covid-19 ini maksudnya sedang sakit seperti demam, batuk, pilek, atau sesak nafas," tutup Luqman.

Luqman menegaskan bahwa pertanyaan yang diajukan dalam aplikasi tersebut tidak detail seperti penapisan yang dilakukan Tim Satgas Covid-19 UB. Lantaran tujuan utama bukan penapisan melainkan memastikan kondisi kesehatan mahasiswa FIA UB secara umum sekaligus bentuk perhatian fakultas terhadap anak didiknya. (lin)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : lin
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU