IPM Maksimalkan Layanan Tugas Akhir di Tengah Pandemi Covid-19

  • 10-04-2020 / 20:31 WIB
  • Kategori:Kampus
IPM Maksimalkan Layanan Tugas Akhir di Tengah Pandemi Covid-19 Rektor IPM, Dr. Ir. Agus Sukarno, M.P.

Malangpostonline.com - Perkuliahan Daring akibat Covid-19 berimbas pada tugas mahasiswa di semester akhir. Terbatasnya tatap muka dengan para dosen serta pihak instansi tempat melakukan penelitian berdampak pada akselerasi skripsi yang mereka kerjakan saat ini. 

Meskipun demikian Institut Pertanian Malang (IPM) tidak tinggal diam. Para dosen dari jurusan maupun fakultas tetap memberikan layanan agar skripsi mahasiswa tetap jalan di tengah pandemi Covid-19.

Kampus juga memberikan beberapa kebijakan untuk mempermudah mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas akhir tersebut. Salah satunya dengan tidak mengadakan seminar proposal. 

Rektor IPM, Dr. Ir. Agus Sukarno, M.P. mengatakan, keputusan meniadakan seminar proposal sangat membantu mahasiswa agar skripsi mereka cepat selesai. Kendati demikian, tidak menurunkan kualitas dari skripsi yang akan dikerjakan. "Seminar proposal ditiadakan, tapi kami minta para dosen untuk benar-benar mencermati proposal mahasiswa," ucapnya kepada Malangpostonline.com. 

Bahkan jika kondisi masih belum baik saat mahasiswa memasuki tahap ujian nanti, pelaksanaan ujian skripsi akan dilakukan dengan memilih satu dari dua opsi. Pertama ujian dilaksanakan dengan cara online. Dan yang kedua, dengan tatap muka, namun dengan syarat tetap memperhatikan protokoler kesehatan. 

Seperti menjaga jarak satu sama lain, rungan ujian harus steril, cuci tangan dan menggunakan masker. "Jumlahnya pun kita batasi empat orang saja, yaitu pembicara, dosen pendamping dan penguji," imbuhnya. 

Sesuai data yang sudah diinventarisir fakultas, setidaknya ada sekitar 70 mahasiswa IPM yang kini tengah proses skripsi. Baik tahap awal pengajuan proposal maupun persiapan ujian. Dengan kondisi seperti saat ini, para mahasiswa diimbau agar tetap fokus pada proyek skripsi yang mereka. Dengan harapan kualitas hasil skripsinya tetap bagus. "Karena pasti segala sesuatunya menjadi terbatas, termasuk penelitian yang berhubungan dengan instansi lain juga akhirnya menurun. Sebab terkendala dengan perizinan dan lain sebagainya," kata dia. 

Agus menegaskan, di tengah kesulitan tersebut  dosen pembimbing selalu membuka layanan konsultasi bagi mahasiswa yang menemukan kendala di lapangan. Melalui media platform yang telah disepakati, dosen akan memberikan solusi agar proses penelitian mahasiswa tetap berjalan. 

"Semua kembali pada mahasiswa, kesungguhan dan kehati-hatian mereka sangat menentukan kelancaran studi serta tugas akhirnya. Kami dari pihak kampus berusaha tetap memberikan layanan akademik semaksimal mungkin dengan keterbatasan akses akibat Covid-19 ini," tegasnya. 

Ia mengakui bahwa orang tua mahasiswa pun merasa khawatir. Banyak orang tua yang mengkhawatirkan keselamatan dan kesehatan anaknya dari wabah virus. Namun di sisi lain juga cemas akan kelangsungan studi anak-anak mereka. "Karena kalau tidak ada solusi yang tepat akhirnya kelulusan anaknya akan tertunda dan tentu orang tua akan keberatan kalau harus bayar lagi di semester depan," ungkapnya.  

Sementara itu, perkuliahan di IPM seratus persen daring dilakukan dengan sistem online atau daring. Dosen diberikan kebebasan untuk memilih aplikasi sebagai media ajarnya. Tidak ada aplikasi khusus yang ditentukan oleh kampus. "Kalau itu (media aplikasi) kami berikan kebebasan untuk memilih. Tergantung kesepakatan dosen dan mahasiswa. 
Kami hanya melaksanakan anjuran pemerintah bahwa semua kegiatan akademis sampai dengan akhir semester genap tahun akademik 2019-2020 dilakukan secara daring," ujar Agus. (imm)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU