30 Guru Luncurkan Buku Karakter

  • 20-08-2018 / 10:47 WIB
  • Kategori:Sekolah
30 Guru Luncurkan Buku Karakter LAUNCHING : SMPK Kolese Santo Yusup 2  Lusia Ari Kriswati, S. Pd memberikan buku kepada Pembina Jurnalistik, Monika Shinta Omega, S.Pd

MALANG - Perayaan HUT Kemerdekaan ke-73 RI di SMPK Kolese Santo Yusup 2 Unit Borobudur penuh makna. Pada hari pelaksanaan upacara Kemerdekaan RI, Jumat (17/8) dilangsungkan Launching Buku kumpulan karya tulis para guru. Buku tersebut berjudul ‘Pendidikan Karakter vs Pendidik Berkarakter’.

Sebanyak 33 judul karya tulis tertuang dalam buku yang diterbitkan oleh Tema Litera. Karya 30 guru SMPK Kolese Santo Yusup 2 ini, berupa esai yang menjabarkan pengalaman mengajar mereka selama ini. Berkaitan dengan pendidikan karakter, para guru menuangkan pemikiran mereka sebagai bentuk dari semangat literasi yang saat ini digalakkan pemerintah.

Lusia Ari Kriswati, S.Pd, Kepala Sekolah mengatakan, semangat literasi tidak hanya diterapkan bagi siswa. Akan tetapi guru yang menjadi ujung tombak pendidikan juga harus mampu berliterasi sebagai teladan bagi peserta didik. “Motivasi ini tidak bisa hanya untuk siswa, tapi juga untuk guru. Buku ini menjadi bukti bahwa semangat guru berliterasi tidak pernah surut,” ucapnya.

Menurut Ari, literasi tidak hanya kemampuan membaca saja, tapi juga menulis. Lebih luas lagi ia memaknai, bahwa literasi selain membaca dan menulis juga berarti kemampuan siswa dalam melihat dan mendengar. “Artinya sejauh mana perhatian dan respon anak terhadap lingkungannya. Selama ini kami para guru terus melatih kemampuan literasi siswa, karena itu memang butuh proses,” terangnya.

Pendidikan Karakater vs Pendidik Berkarakter yang menjadi judul buku, seakan menjadi gambaran proses pendidikan di SMPK Kolese Santo Yusup 2. Pendidikan karakter yang menjadi impian Kementerian Pendidikan, seyogyanya tidak hanya menuntut siswa. Lebih dari itu, yang lebih diutamakan adalah guru yang berkarakter. “Karena mendidik itu tidak mudah. Harus dimulai dari diri sendiri,” ucap Ari.

Ia menambahkan, dari satu buku yang dihasilkan akan terus memotivasi guru untuk meningkatkan keterampilan menulisnya. Sehingga kemampuan mereka dalam literasi terus terasah sekaligus dapat dikembangkan ke arah pembuatan modul dan LKS.

Selain itu, kata Ari, buku pertama yang dihasilkan guru dapat menjadi pijakan untuk melangkah ke target berikutnya, yakni menulis Penilitian Tindakan Kelas (PTK). “Tentu hasil dari PTK itu akan sangat berguna bagi peningkatan kualitas pendidikan di SMPK Kolese Santo Yusup 2,” tuturnya.

Sementara itu, pada pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI, Ari juga membakar semangat seluruh siswa untuk mampu berbuat yang terbaik bagi bangsa. “Maka tugas mereka sebagai siswa tentunya dengan rajin belajar dan berlatih. Untuk dapat meningkatkan potensi dan berprestasi,” ujarnya.

Usai upacara, Ari memberikan penghargaan kepada siswa-siswi terbaik. Mereka yang selama satu tahun terakhir tidak pernah melanggar peraturan sekolah, serta siswa dengan jumlah kunjungan terbanyak ke perpustakaan. “Ini bentuk aprsesiasi bagi siswa yang disiplin dan yang semangat literasinya tinggi,” pungkasnya. (mp1/sir/udi)

 

Editor : udi
Uploader : dinda
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU