Siswa SMAI Sabilillah Semarkkan Cooking Festiva

  • 25-08-2018 / 10:03 WIB
  • Kategori:Sekolah
Siswa SMAI Sabilillah Semarkkan Cooking Festiva BARBERQU: Siswa kelas XI SMA Islam Sabilillah berbagi kebahagiaan di hari Raya idul Adha dengan mengikuti cooking festival.

MALANG – SMA Islam Sabilillah Malang mengajak siswa kelas XI berbagi kebahagiaan di hari Raya idul Adha dengan warga Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (23/8). Suasana guyub terlihat, siswa kelas XI dan warga daerah tersebut bergotong royong menyembelih sapi dan memasaknya bersama-sama.

Dalam kegiatan yang bertajuk Bersama Sabilillah Berbagi Hewan Kurban (Barberqu) inilah mereka menikmati sajian daging kurban. Bahkan, kegiatan edukasi juga diberikan kepada siswa MI dan MTs. Wahid Hasyim 2 dengan mengadakan outbond, pojok pustaka, dan menghias kelas.

Wakasek Bidang Kesiswaan dan Humas SMA Islam Sabilillah Malang, Agus Budiono, S.Pd, mengungkapkan, bakti sosial di daerah tersebut baru dilaksanakan pertama kali. Pasalnya tim survei telah melihat beberapa tempat dan desa Kucur Kecamatan Dau ini yang membutuhkan baik dari segi edukasi maupun religi.

“Pada saat pelaksanaan survei ini ketua kelas ikut serta untuk mengidentifikasi kondisi di daerah tersebut dan menganalisis apa saja yang sekiranya diperlukan lantaran dari hasil kunjungan kami ditemukan beberapa masalah,” ungkap Agus, sapaan akrabnya.

Untuk bisa mewujudkan bakti sosial ini, kelas XI selama satu tahun menghimpun uang amal yang akhirnya bisa direalisasikan dengan sapi. Selain berbagi kebahagiaan melalui hewan kurban, para siswa juga memberikan rak beserta bukunya sehingga kedepan bisa dimanfaatkan oleh peserta didik untuk menambah wawasan lantaran selama ini dua sekolah tersebut masih kekurangan buku.

Barberqu yang dilaksanakan kelas XI SMA Islam Sabilillah Malang diharapkan mampu menjadi bagian dari pengalaman nyata sehingga mampu memompa kemantapan siswa untuk berbagi kepada yang membutuhkan. Bahkan pelaksanaan amal seperti ini memberikan pelajaran kontekstual sehingga bisa diaplikasikan oleh mereka untuk berkurban sendiri.

“Artinya mereka memiliki semangat menabung selama satu tahun kemudian hasilnya untuk berkurban, dan siswa semakin memahami ilmu pengetahuan dan pengaplikasian Idul Adha. Anak-anak juga bisa mencontoh Nabi Ibrahim dan Ismail,” terangnya.

Secara keseluruhan, Idul Adha Festival juga dilaksanakan di lingkungan SMA Islam Sabilillah Malang dengan menggelar berbagai kegiatan, salah satunya cooking festival yang diikuti oleh lima siswa dari perwakilan masing-masing kelas. Mereka berlomba-lomba membuat beragam olahan daging mulai dari masakan Jawa hingga belahan dunia seperti Arab, Jepang, China, dan Eropa.

Tidak hanya memasak, 14 kelompok cooking festival juga diberikan kesempatan untuk presentasi apa saja alat dan bahan yang digunakan, plating, serta panduan gizi dari setiap masakan tersebut. Hasil olahan mereka lantas dinikmati bersama anak-anak yatim, siswa, dan orang tua.

“Tujuan kegiatan ini meningkatkan karakter cinta sesama dengan mengundang anak yatim. Selain itu bisa mengasah life skill memasak mereka jadi biar tidak mamanya saja yang masak, dari sini mereka bisa tahu bedanya tumbar dan mrica atau jahe dan kencur,” tutupnya. (lin/sir/udi)

Editor : udi
Uploader : dinda
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU