Siswa SMAK Santa Maria, Terampil Olah Makanan Kekinian

  • 06-09-2018 / 02:59 WIB
  • Kategori:Sekolah
Siswa SMAK Santa Maria, Terampil Olah Makanan Kekinian WIRAUSAHA MUDA: Siswa-siswi SMAK Santa Maria saat sedang melakukan praktek kewirausahaan dalam bidang pengolahan. (IMAM/MALANG POST)

MALANG - Siswa kelas XI SMAK Santa Maria berkreasi dalam keterampilan masak-memasak. Selasa (4/9) lalu, terlihat beberapa kelompok siswa sedang sibuk membuat aneka jenis makanan dan minuman. Didampingi seorang guru, siswa tampak terampil membuat masakan seperti bakso, donat, mie dan lain sebagainya. Terlihat juga diantaranya, membuat jenis minuman yang sempat booming, yaitu es kepal milo.

Bahkan Malang Post, yang saat itu ikut meninjau bersama seorang guru, diberikan kesempatan untuk mencicipi hasil karya mereka. Seperti jenis es kepal pada umumnya, hasil kreasi siswa SMAK Santa Maria juga sangat enak. Rasa coklat yang manis dan sedikit gurih dari campuran bahan lainnya menjadi perpaduan rasa yang  enak di lidah.

Es kepal milo yang dibuat juga dilengkapi dengan aneka toping, seperti astor, wafer dan lain-lain. Dari segi performa dan rasa, hasil kreasi siswa SMAK Santa Maria tidak kalah dengan yang dijual di pasaran. Tinggal harganya saja yang perlu menyesuaikan agar bisa bersaing dengan yang lain.

Kegiatan masak memasak tersebut, merupakan sesi parktek dari mata pelajaran kewirausahaan. Setelah dibekali terori dari beberapa pertemuan di kelas, siswa dibimbing untuk melakukan praktek sebagai pendalaman materi dan penambahan wawasan.

Dwi Helly Putranto, S.Kom selaku guru pembina kewirausahaan menjelaskan, hal-hal yang dinilai dari hasil kreasi siswa tersebut meliputi rasa, tekstur, kemasan dan cara penyajian. Sedangkan secara teknis, juga ada aspek yang dinilai yaitu kekompakan, tanggungjawab dan kerbersihan.

“Jadi kalau tempatnya tidak bersih itu akan mengurangi nilai,” terangnya.

Helly mengatakan, materi kewirausahaan dibagi menjadi empat bidang. Yaitu bidang kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan. Adapun praktek memasak yang dilakukan siswa kali ini termasuk di bidang pengolahan.

“Anak-anak kami ajarkan bagaimana berkreasi membuat makanan atau minuman dengan mengolah aneka bahan,” ujarnya.

Sedangkan di bidang kerajinan, lanjut Helly, biasanya siswa diajarkan cara membatik, membuat patung dan sebagainya. Termasuk mengkreasikan bahan bekas atau limbah menjadi produk baru yang bernilai jual. “Kalau bidang rekayasa berkaitan dengan teknologi. Biasanya kami hubungkan dengan materi fisika atau kimia,” terangnya.   

Namun  Helly menegaskan, untuk tahun ini seluruh siswa konsentrasi di bidang pengolahan. Setiap jenjang kelas ditentukan jenis makanan yang dibuat. Meliputi makanan umum, makanan khas daerah, makanan khas internasional, makanan khas daerah yang dimodifikasi dan makanan fungsional.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk membina siswa agar bisa mengolah dan mengelola sumberdaya alam di Indonesia. Selain itu, tentu agar mereka bisa berwirausaha,” imbuhnya. (mp1/oci)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU