Siswa MTSN 1 Kenalkan Beras Analog Berbahan Ganyong

  • 01-09-2019 / 13:59 WIB
  • Kategori:Sekolah
Siswa MTSN 1 Kenalkan Beras Analog Berbahan Ganyong BANGGA: Dania Wijayanti dan Rizqina Faizana, bersama Kepala MTs Negeri 1 Kota Malang Drs. Samsudin, M.Pd (dua dari kiri), Kasi Pendidikan Madrasah Drs. Sutrisno (kiri) dan Wali Kota Malang Drs. Sutiaji

MALANGPOSTONLINE.COM - Siswa MTs Negeri 1 Kota Malang berhasil menjadi juara 1 bidang basket di ajang inovasi teknologi (Inotek) 2019 Kota Malang. Prestasi Inotek siswa kali ini di bidang agribisnis. Melalui penelitian dan karya inovasi ilmiahnya, Dania Wijayanti dan Rizqina Faizana, dua siswa MTs Negeri 1 Kota Malang membuat bahan pangan alternatif pengganti beras. Atau mereka sebut dengan beras analog. 

Rizqina Faizana mengatakan, beras  analog merupakan beras alternatif yang lebih sehat dengan kadar karbohidrat yang rendah. Sehingga cocok untuk penderita diabet atau yang ingin diet. 

"Bahan utamanya ganyong, yang dicampur dengan tiwul, bayam dan ampas kelapa," katanya kepada Malangpostonline.com

Dari bahan-bahan tersebut, ia meyakinkan bahwa beras analog yang dia buat memiliki kadar gizi yang tinggi dan lebih menyehatkan dari pada beras biasa. "Dan ini sudah masuk standar SNI," ujarnya. 

Lailatul Chusniah selaku guru pembina menjelaskan munculnya ide beras analog, salah satunya dari banyaknya ganyong yang tidak termanfaatkan. “Apalagi di Kota Malang lahan pertanian semakin terbatas sedangkan kebutuhan akan beras semakin tinggi," terangnya. 

Kepala MTs Negeri 1 Kota Malang, Drs. Samsudin, M.Pd., menilai karya inovasi ilmiah anak didiknya merupakan hasil pengembangan potensi diri dari sebuah budaya literasi dan penelitian. Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) MTs Negeri 1 Kota Malang berhasil melahirkan generasi cinta riset. "Anak-anak KIR ini sudah terbiasa berliterasi, sehingga kemampuan mereka terasah dengan baik," katanya. 

Ia mengimbau agar budaya literasi dan ketekunan meneliti yang telah terbentuk di MTsN 1 bisa dikembangkan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebab merupakan bagian dari upaya mengasah bakat dan keterampilan mereka. 

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari karya inovasi teknologi. Diantaranya siswa menjadi terbiasa presentasi  dan berargumentasi. Dan tidak hanya meneliti tapi juga terampil menulis. 
"Ini menjadi modal anak-anak untuk semakin terampil dan menjadi peneliti yang handal di masa yang akan datang," tuturnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU