Tunjukkan Keterampilan Mengajar Abad 21, Matematika Menjadi Semakin Mudah

  • 06-09-2019 / 08:35 WIB
  • Kategori:Sekolah
Tunjukkan Keterampilan Mengajar Abad 21, Matematika Menjadi Semakin Mudah

MALANG - Guru SMAK Santa Maria Malang, Iin Setyawati lolos sebagai nominasi peserta lomba Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK) tahun 2919. Dalam lomba yang digelar oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Pendidikan dan Kebudayaan  tersebut, saat ini telah lolos ke level 3  tingkat provinsi dengan kategori lomba media pembelajaran berbasis Video.

Dalam hal ini, Iin Setyawati menjadi salah satu guru SMAK Santa Maria yang berhasil menunjukkan kompetensinya kepada publik, utamanya dalam penerapan sistem pembelajaran berbasis TIK. Dengan kata lain guru SMAK Santa Maria telah mampu mengimplementasikan keterampilan pembelajaran abad 21.

Iin Setyawati menjelaskan, lomba MembaTIK diawali dengan karya literasi untuk lolos seleksi ke level dua. Peserta yang lolos selanjutnya membuat video pembelajaran untuk menuju ke level selanjutnya. Adapun tugas di level ketiga yakni mensosialisasikan aplikasi rumah belajar, melalui media sosial. Diantaranya dengan IG, FB, YouTube dan blogger pribadi. "Selama ini saya menggunakan empat media itu untuk sosialisasi," katanya.

Tahapan yang menarik saat di level dua. Yaitu saat peserta ditugaskan membuat video pembelajaran. Iin mengungkapkan dirinya membuat video pembelajaran matematika, dengan tujuan mempermudah siswa untuk memahami pembelajaran. "Sehingga kesulitan yang kerap ditemui anak bisa diberikan solusinya dengan menayangkan video pembelajaran," ungkap guru matematika ini.

Video yang dibuat Iin, sesuai dengan usia anak-anak SMA jaman sekarang. Kontennya pun disesuaikan dengan gaya hidup remaja saat ini. 

Upayanya membuat media pembelajaran dengan cara memahami style siswa masa kini, membuat karya Iin lolos ke level provinsi. Media tersebut mampu membangun komunikasi dengan siswa, membuat siswa lebih berpikir kritis dan kolaboratif. "Saya mengaitkan materi aturan perkalian dalam materi matematika dengan menampilkan artis-artis Korea, karena saat itu film Korea sedang booming," terangnya. 

Menanggapi hasil inovasi tersebut, Kepala SMAK Santa Maria, Sr. M. Theresella Karti, SPM., M.Pd., turut berbangga. Menurutnya pembelajaran dengan basis TIK merupakan satu contoh penerapan keterampilan belajar mengajar abad 21. Dan itu merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui oleh setiap guru SMAK Santa Maria. "Saya ingin guru SMAK Santa Maria keluar dari zona nyaman. Yang pada akhirnya siswa juga mampu membawa diri mereka untuk out of the box," ujarnya. 

Theresella menjelaskan, pembelajaran abad 21 dengan penerapan unsur Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative (4C), tidak mungkin hanya teori saja di kelas. Tetapi 4C sampai pada tahapan siswa membuat project, yang pada akhirnya menjadi sebuah produk. "Tentu ini bukan tantangan yang mudah. Karena guru harus bergulat dengan gadget yang setiap harinya juga dipegang anak-anak," terangnya. 

Ia menambahkan pembelajaran abad 21 harus dimulai dari guru, sebelum akhirnya ditularkan pada siswa. Sebab pada hakekatnya, kata dia, teladan merupakan pendidikan yang paling efektif. Bagaimanapun hebatnya konsep 4C yang dirumuskan pemerintah dan praktisi pendidikan, keteladan tetap yang pertama. "Maka dari itu guru harus menjadi pemula dalam pembelajaran abad 21, termasuk pola berpikirnya pun harus lebih maju dari siswa," pungkasnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU