Robo Edu Bebaskan Imajinasi Anak

  • 07-09-2019 / 20:52 WIB
  • Kategori:Sekolah
Robo Edu Bebaskan Imajinasi Anak Pelatihan membuat robot untuk anak usia TK hingga SMP

Robo Edu adalah sebuah lembaga pelatihan pembuatan robot untuk anak-anak mulai usia TK hingga SMP. Dirintis oleh Andrian Zulva Achmad, lembaga ini pertama kali beroperasi pada tahun 2015 lalu.

Terdapat tiga program utama yakni ekskul yang menggandeng lembaga pendidikan di Malang Raya khusus untuk kelas 2-5 SD. Pelatihan yang diberikan berupa ekstrakurikuler dengan jumlah 12 pertemuan dengan project akhir satu robot. Kedua, workshop yang diberikan kepada anak jenjang SD dan SMP yang di sekolahnya tidak terdapat ekstra robotik.

“Kami bermitra dengan be­be­rapa lembaga di Malang untuk me­ngadakan workshop, per­te­muannya satu minggu sekali saat weekend. Ketiga, pro­gram privat untuk anak-anak homeschooling,” ujar Founder Robo Edu, Andrian Zulva Achmad.

Robo Edu bermula dari program PKM-K saat Andrian masih berstatus mahasiswa di Elektronika UM. Kala itu, ia ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk jurusan dan anak-anak hingga akhirnya terciptalah workshop Robo Edu.

Melihat antusiasme masyarakat yang terbilang cukup banyak membuat Robo Edu berkembang hingga saat ini. Ke depannya Andrian ingin melayani pelatihan membuat robot secara online sehingga anak-anak bisa belajar dimana dan kapan saja.

“Perkembangan dari awal hingga saat ini terbilang lumayan. Bahkan kami total ada 20 tim, 250 peserta ekskul 150 peserta workshop dan 10an anak privat,” urainya.

Sebelumnya Robo Edu hanya membidik anak usia SD namun seiring berjalannya waktu mulai berkembang ke siswa SMP. Tujuannya agar gadget yang dimiliki siswa SMP memiliki manfaat positif untuk robotik yang arahnya ke pelatihan pemrograman.

Andrian memaparkan, Robo Edu ramah dengan imajinasi anak. Sebab, saat pelatihan tim Robo Edu mengutamakan pendekatan membebaskan untuk anak-anak berimajinasi dalam membuat robot. “Misalnya kami buat robot pemadam api. Nah di sini anak- anak dibebaskan ingin membuat bentuk robotnya seperti apa dan robot di sini handmade dari kreativitas masing-masing,” jelas Andrian.

Kendala sejak 2015 hingga kini adalah orang tua masih belum aware kepada kemampuan anaknya. Padahal dengan belajar robotik anak belajar mengenai sistematik. “Misalnya kalau hari ini memasang roda ya jangan memasang yang lain.

Selain itu juga ada hubungan antara robotik dengan pembelajaran di sekolah. Terutama dalam bidang sains seperti membuat rangkaian listrik,” terang Lulusan UM angkatan 2008 ini.

Untuk itu ke depannya Robo Edu ingin menyelaraskan dengan pembelajaran sekolah. Misal di sekolah SD kelas 5 ada pembelajaran rangkaian seri dan parallel, kami ingin memasukkan itu di kegitannya Robo Edu,” tandasnya.

Sementara untuk mengasah kemampuan anak didiknya, Robo Edu membiasakan kompetisi internal. Hasil karya mereka dilombakan dengan kriteria robot bertema berdasarkan lomba kreatifitas secara bentuk. (lin/lim)

Editor : lim
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU