Terapkan Pembelajaran ISMUBARIS dengan Metode PAIKEM

  • 20-09-2019 / 18:05 WIB
  • Kategori:Sekolah
Terapkan Pembelajaran ISMUBARIS dengan Metode PAIKEM MANTAP: Kepala SD Mapan Dau, Siti Alfiyah, S.Pd (depan tengah) bersama para guru dan tenaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran ISMUBARIS

MALANG - Dalam pembelajarannya, SD Mapan menerapkan pola Pendidikan Kaaffah sesuai dengan kebutuhan manusia yang seimbang antara keimanan, ilmu pengetahuan umum dan akhlak. Selalu mencerminkan syariat Islam sehingga mampu menghasilkan generasi Islami yang siap menjadi khalifah berprestasi dan berwawasan global.

SD Mapan mengembangkan sistem pendidikan komprehensif meliputi kemampuan intelektual (IQ), emotional (EQ) dan spiritual (SQ). Rencana pembelajaran terpadu ini siswa diajarkan secara menyeluruh dan mendalam. Sekolah ini juga melengkapinya dengan beragam fasilitas ruang kelas yang representatif, tenaga profesional, dan dilengkapi dengan proyektor. 

"Kurikulum yang kami terapkan adalah kurikulum terpadu kombinasi dari Diknas dan persyarikatan Muhammadiyah sehingga output siswa memiliki nilai plus dalam pemahaman ilmu pengetahuan umum dan nilai keislaman," ujar Kepala SD Mapan Siti Alfiyah, S.Pd.

Dijelaskan Alfi, kombinasi kurikulum ini memiliki kelebihan lantaran selain muatan pelajaran umum, siswa mendapatkan tambahan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Selain itu, peserta didik dibekali kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Pembelajaran yang diberikan dikenal dengan sebutan ISMUBARIS (Al Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris). Inovasi dan renovasi di segala bidang terus dikembangkan. Bahkan SD Mapan memiliki tim pengembang dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Dau Malang.

Sementara itu, Wakil Sekolah Bidang Keuangan SD Mapan, Maulana Hudan Daromi, M.Pd, menambahkan, metode pembelajaran yang diberikan yakni Pembelajaran Aktif Inovatif Konstruktif dan Menarik atau disingkat Paikem.  

"Dalam kegiatan belajar mengajar setiap harinya, para guru menerapkan strategi yang bervariasi dengan beberapa metode yang berbeda agar siswa tidak menerima ilmu secara monoton," terang Hudan.

Dengan banyak menerapkan metode pembelajaran, harapannya siswa bisa lebih aktif di kelas maupun di luar kelas. Saat ini juga bukan lagi saatnya teacher oriented melainkan harus students oriented.

"Kami berharap siswa mampu berprestasi dalam bidang akademik juga berakhlakul karimah, cerdas, terampil, mandiri dan bermutu sesuai dengan potensinya," tutupnya.

Siswa selama di lingkungan SD Mapan dibiasakan melaksanakan puasa sunnah, beramal setiap Jumat, serta membiasakan budaya senyum, sapa, salam, sopan, dan santun (5S). (lin/lim/Malangpostoline.com)

Editor : lim
Uploader : irawan
Penulis : lin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU