Terapkan Zonasi, SMAN 1 Gondanglegi Jadi Rujukan Mutu Lima Sekolah Imbas

  • 21-09-2019 / 17:56 WIB
  • Kategori:Sekolah
Terapkan Zonasi, SMAN 1 Gondanglegi Jadi Rujukan Mutu Lima Sekolah Imbas

MALANGPOSTONLINE.COM - Workshop In-House Training (IHT) 4 dilangsung di SMAN 1 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (21/9/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu realisasi program Zonasi Direktorat Pembinaan SMA Kemdikbud yang harus dijalankan di SMAN ini.

Setidaknya 60 guru menjadi peserta workshop IHT 4 ini, sebagian diantaranya berasal dari lima sekolah imabas Program Zonasi SMAN 1 Gondanglegi. Yakni, dari SMA Islam Al Rifai 1 dan 2, SMA Al Hikmah Bululawang, SMA Dharma Wiyata Bululawang, dan SMA Babussalam Pagelaran.

"Workshop ini tentang model pembelajaran STEM dan HOTS, dengan narasumber dari instruktur nasional Direktorat PSMA Kemdikbud. Tujuannya mengarah pada implementasi program mutu melalui pengayaan pembelajaran," kata Kepala SMAN 1 Gondanglegi, Sugiono, Sabtu (21/9/) siang.

Dikatakan, workshop IHT yang digelarnya ini adalah kali ke-4. Sebelumnya, telah dilakukan in-house training tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), lalu pengembangan e-Modul dan e-Raport.

"Sebagai SMA Zonasi, kami memang harus melakukan setidaknya enam kali workshop dan harus diikuti sekolah imbas. Berikutnya, akan digelar training tentang OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa) dan pengembangan keunggulan sekolah, yakni implementasi UKS," beber Sugiono.

Setelah semua IHT dilakukan, lanjutnya, harus dilakukan pendampingan lapangan oleh SMAN 1 ke sekolah-sekolah imbas. Pendampingan ini akan dilakukan selama Oktober dan November 2019.

Dikatakan, selaksanaan program Zonasi adalah setahun, dan akan berlanjut hingga tahun ketiga.

"Ke depan SMAN 1 memang dirintis benar-benar bisa meningkat mutu pendidikannya. Yang didapatkan keuntungan program ini adalah pembelajaran lebih baik, dengan model pembelajaran Abad 21," harap Sugiono.

Yang diharapkan juga, semua guru tidak gaptek. Terlebih, pihaknya sudah melengkapi LCD proyektor di setiap kelas. Ke depan, guru juga harus bisa membikin konten e-modul, juga video-video pembelajaran. (amn/Malangpostonline.com)

Editor : amn
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU