Antisipasi Bonus Demografi, DPPKB Perluas Sekolah Siaga Kependudukan

  • 11-10-2019 / 16:20 WIB
  • Kategori:Sekolah
Antisipasi Bonus Demografi, DPPKB Perluas Sekolah Siaga Kependudukan

Malangpostonline.com - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang terus menginisiasi Sekolah Siaga Kependudukan (SKK). Ini untuk mengantisipasi bonus demografi yang dialami Indonesia masa mendatang. 

Sosialisasi pembentukan SSK dilakukan DPPKB kepada stakeholder dan satuan pendidikan (sekolah/madrasah) di Aula Panji, Kantor Bupati Malang di Kepanjen, Jumat (11/10/2019). Acara ini diikuti sejumlah lembaga sekolah/madrasah dan korwil Dinas Pendidikan dari beberapa kecamatan. 

"Kami menginisiasi terbentukan SSK baru sejumlah empat lembaga tahun ini. Sosialisasi diberikan agar sekolah sudah ada gambaran bonus demografi tantangannya seperti apa pada 2025 mendatang," demikian Kasi Pemaduan dan Sinkronisasi Bidang Pengendlian Pendiduk DPPKB Kabupaten Malang, Agus Satriadi, Jumat (11/10) siang. 

Dikatakan, empat sekolah disiapkan menjadi SSK pada tahun 2019 ini, paling banyak jenjang SMP. Peserta sosialisasi diantaranya dari SMPN 1 Wajak, SMPN 5 Kepanjen, MTs Babussalam dan SMK PGRI Gedangan. Sekolah calon SSK ini dijaring dan dibina melalui PLKB di tingkatan kecamatan. 

Setelah terbentuk, lanjut Agus, maka akan menambah keberadaan dua SSK sebelumnya, yakni SMAN 1 Kepanjen dan SMAN 1 Turen. 
 
"Sasaran SSK adalah memberi pemahaman dampak bonus demografi yang harus diantisipasi. Tujuannya sama, tetapi SMP batasan usia sasaran adalah remaja usia 12 sampai 15 tahun," jelas Agus Satriadi.

Saat sosialisasi, sejumlah hal dipaparkan seperti apa itu SSK, integrasi kependudukan dalam mapel, serta kebijakan dan rencana lanjutan bidang pengendalian penduduk. 

Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Timur, Dra Sofia Hanik misalnya, menekankan dampak-dampak bonus demografi dalam kehidupan sehingga harus diantisipasi. Salah satunya, dimasukkan dan terintegrasi dalam pembelajaran di sekolah. 

Agus Satriadi menambahkan, sosialisasi akan ditindaklanjuti dengan RTL dengan roadshow ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan dampak-dampak kependudukan.

SSK selama ini mendapatkan intervensi dan dukungan pemerintah, diberi pembinaan dan edukasi. Seperti, didukung bahan-bahan pengetahuan untuk Pojok Kependudukan dan bagi remaja disiapkan lrmbaga konseling khususu PIK dan duta generasi remaja (genre). (amn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU