Pembelajaran Teaching Factory SMK PIM Terbaik di Malang

  • 18-10-2019 / 11:24 WIB
  • Kategori:Sekolah
Pembelajaran Teaching Factory SMK PIM Terbaik di Malang HASIL: Kepala SMK PIM, Siti Zubaidah menunjukkan salah satu produk kecantikan buatan siswa siswi SMK yang dipimpinnya.

Malangpostonline.com - Setelah sosialisasi pembelajaran Teaching Factory (Tefa), Juli 2019 lalu, SMK Putra Indonesia Malang (PIM) melaunching program ini, di sekolahnya, Jalan Barito No 5 Kota Malang, Kamis (17/10). Pembelajaran Tefa merupakan bantuan hibah dari pemerintah senilai Rp 200 juta untuk mengembangkan produk-produk yang ada di SMK. Hal ini diungkapkan Kepala SMK PIM, Siti Zubaidah, S.Pd.

“Selain itu untuk memberikan pembelajaran dunia industri dibawa ke sekolah. Produk yang dihasilkan dari Tefa ini, selain memberikan pelatihan kepada siswa, namun juga untuk melatih siswa memiliki produk yang dibutuhkan konsumen. Seperti yang sudah ada di sekolah ini, banyak produk kecantikan, sabun padat organik, handsoap, softener dan lainnya, milik siswa kelas XI,” terangnya kepada Malangpostonline.com.

Menurut Kepala SMK yang memiliki program keahlian Kimia Industri dan Farmasi Industri itu, pembelajaran di Tefa, diwajibkan untuk membuat formula, menganalisa, membuat produk hingga menjual ke konsumen luas. “Guru-guru di sini, membimbing semua itu. Termasuk cara memarketingkan produk-produk tersebut, baik secara offline ataupun online,” ungkap Zubaidah, sapaan akrabnya.

Selain penjualan offline dan online, sekolah juga menyiapkan produk-produk yang setiap saat jadi. “Khusus produk kecantikan ini, sudah banyak yang pesan dan mencoba. Sudah banyak pula yang cocok. Seperti jerawat anak muda yang hilang karena memakai sabun kelor. Kita menggunakan bahan alam untuk pembuatannya. Semua organik,” lanjut wanita ini. Produk yang dihasilkan pun terbaik agar konsumen tidak kecewa. 

“Kalau senang, bisa menyampaikan ke teman-temannya,” tegasnya. Tips agar menghasilkan produk-produk terbaik itu, masih menurut alumnus SMK PIM ini, berkat guru-guru yang membimbing dan memberikan konsultasi setiap saat. Bahkan, bimbingan dan konsultasi ini, tetap diberikan secara gratis, meski siswa-siswi ini sudah lulus dari sekolah tersebut. “Ini rumah mereka juga,” kata dia.

Selain dari guru, ada dukungan kerjasama dengan dunia industry, seperti PT. Garudafood Putra Putri Jaya yang memberikan ilmu dan pembelajaran hingga proses magang untuk guru-guru tersebut. “Nah, siswa boleh melanjutkan pembuatan produk tersebut untuk berwirausaha. Mereka dipersilahkan kalau mau mengembangkan produk ini sendiri karena sudah diajarkan pula target pemasarannya,” tutupnya. (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU