Water Treatment SMK PIM Mulai Diperkenalkan

  • 18-10-2019 / 13:27 WIB
  • Kategori:Sekolah
Water Treatment SMK PIM Mulai Diperkenalkan AQUADES: Tim dari PT. Garudafood Putra Putri Jaya menunjukkan Aquades yang dihasilkan dari alat water treatment SMK PIM.

Malangpostonline.com - Program Teaching Factory (Tefa) yang terbaru di SMK Putra Indonesia Malang (PIM) adalah penggunaan water treatment. Yakni alat untuk mengolah air menjadi Aquades yang dibutuhkan untuk praktikum di laboratorium. Alat tersebut mulai diperkenalkan di sekolah Jalan Barito No 5 Kota Malang itu, Kamis (18/10) pagi dalam acara Sosialisasi dan Launching Tefa Water Treatment.

“Alat ini sangat dibutuhkan oleh sekolah karena selain siswa mendapatkan ilmu pengolahan air, tetapi juga dapat menghemat biaya pembelian Aquades sebesar Rp 25 juta untuk satu semester,” ungkap Kepala SMK PIM, Siti Zubaidah, S.Pd. Untuk menjalankan program Tefa ini, pihak sekolah sudah menggandeng dunia industri, seperti PT. Garudafood Putra Putri Jaya. 

Di kelas Garudafood ini, kata dia, beberapa guru mendapatkan kesempatan magang dan pelatihan. Bendahara Yayasan Putera Indonesia Malang, Ari Nurcahyo Darmawan, SE, SP.d, MM mengaku mendukung penuh kegiatan yang berhubungan dengan Tefa. “Ini sangat sinkron dengan kepentingan pembelajaran siswa. Apalagi dengan bantuan alat water treatment, sangat membantu penyediaan Aquades,” paparnya. 

“Gunakan alat itu, untuk keperluan internal sekolah, lalu dapat diperluas ke masyarakat,” tambah dia. Dalam sambutannya, Sudijarsih Widartiek, S.Pd, MM, perwakilan Cabdin Kasie Pendidikan Menengah Kejuruan menyebutkan Tefa merupakan model pembelajaran berbasis usaha dan industri. “Jadi anak-anak bisa melakukan perusahaan di dalam sekolah,” terangnya kepada Malangpostonline.com

Diharapkan, setelah itu, siswa dapat menghasilkan produk yang bisa dijual. Sedangkan Pengawas SMK Kota Malang dan Batu, Drs. H. Gogok R Basuki, M.Pd menerangkan Tefa merupakan program yang menjadikan sekolah adalah miniatur suatu perusahaan. “Seperti SMK PIM. Perusahaan apa yang digandeng. Model pembelajarannya di sekolah itu, jadi miniatur perusahaan yang digandengnya,” ungkapnya. 

Tidak hanya teori, namun ke praktik. “Diperlukan persiapan dan pembekalan yang dilakukan sekolah,” tegas dia. Tugas sekolah, menurut dia, menyusun kurikulum yang dikaitkan dengan kurikulum yang ada, termasuk modul yang dikerjakan dan sebagainya. “Dalam menyusun semua itu, tetap acuan menggunakan kurikulum nasional. Praktiknya atau implementasinya, diselerasaskan dengan dunia usaha itu,” tutup Gogok. 

​​​​​​​

Sementara itu, Reni Puspasari, Recruitment Officer PT. Garudafood Putra Putri Jaya mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan SMK PIM sudah cukup banyak. Mulai dari siswa prakerin atau PKL, sinkronisasi kurikulum, guru magang, pemberian beasiswa dan teaching factory. “Sekarang kita fokuskan juga di pengembangan water treatment,” terangnya.

“Disinkronkan yang ada di perusahaan dan di lingkungan SMK PIM. Harapan ke depan, setelah didampingi, membantu evaluasi pengembangan dan skill dari gurunya. Output dari water treatment, bisa dipasarkan lebih luas, tidak hanya di lingkungan sekolah saja,” ujarnya didampingi Khoirul Sholeh, Utility Leader dan Adi Sadana, Product Development Supervisor PT. Garudafood Putra Putri Jaya. (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU