Terbangkan 'Pesawat', Ratusan Pelajar Madrasah Usung 'Santri for the World'

  • 21-10-2019 / 14:45 WIB
  • Kategori:Sekolah
Terbangkan 'Pesawat', Ratusan Pelajar Madrasah Usung 'Santri for the World'

Malangpostonline.com - Udara di atas lapangan Desa Sukoraharjo Kepanjen, Kabupaten Malang, dipenuhi 'pesawat' berterbangan, Senin (21/10/2019). Pesawat mini tanpa awak ini diterbangkan ratusan pelajar MTsN 6 Kepanjen. 

Penerbangan pesawat ini dilakukan pasukan konfigurasi oleh 350 siswa MTsN setempat. Turut pula bersama-sama menerbangkan miniatur pesawat adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Dr Musta'in MAg, juga dari Polres Malang, Muspika Kepanjen, dan Kepala MTsN 6 Kepanjen, Dr H Sutirjo MPd. 

Penerbangan 'pesawat' oleh seluruh peserta yang hadir menjadi rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. 

"Penerbangan pesawat sebagai simbol semangat 'Santri for NKRI, Santri for World,' dimana santri nusantara diharapkan dapat mengabdi dan berkarya demi kemajuan bangsa kelak," demikian Kepala MTsN 6 Kepanjen, H Sutirjo, Senin (21/10) siang. 

Lebih menarik lagi, acara peringatan Hari Santri Nasional ini digeber dengan atraksi flashmob kreatif. Atraksi melibatkan pasukan payung dengan total 1.000 peserta. Mereka adalah pelajar MTsN 6 Kepanjen dan beberapa MTs lain anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

Menuju pengujung acara, dilanjutkan dengan menampilkan konfigurasi  papermob membentuk tulisan Santri NKRI, HSN, dan wajah almarhum Baharudin Jusuf Habibie, mantan Presiden Republik Indonesia ke-3. Aksi ini dilakukan antusias menggambarkan semangat generasi santri siap menyongsong dan mengisi era Revolusi Industri 4.0. 

Dipilihnya tema aksi papermob ini karena juga bertepatan 40 hari wafatnya BJ Habibie. Gambar BJ Habibie dipilih sebagai tokoh cendekiawan muslim Indonesia yang sangat luar biasa dan diakui dunia, dengan peran dalam teknologi pesawat.

Pada kesempatan sambutan saat apel, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Mustain menyampaikan, bahwa perjuangan merebut kemerdekaan telah dirintis oleh para santri. Ditegaskan pula, santri milenial di era 4.0 harus mampu menguasai teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, juga dipanjatkan juga doa untuk kemajuan bangsa sekaligus mengenang 40 hari mendiang B.J Habibie dan para syuhada pejuang pendahulu. [amn/Malangpostonline.com]

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU