Peringati Hari Santri Nasional

MTsN 6 Tampilkan Teatrikal Resolusi Jihad

  • 21-10-2019 / 17:37 WIB
  • Kategori:Sekolah
MTsN 6 Tampilkan Teatrikal Resolusi Jihad PERINGATI HSN: Teatrikal dan koreografi siswa MTsN 6 Malang saat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

Malangpostonline.com - Ada yang menarik dalam peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 6 Malang, Senin (21/10). Ratusan siswa menampilkan teatrikal dan koreografi yang sangat memukau. Salah satunya resolusi jihad santri menghadang sekutu, untuk mempertahankan Kemerdekaan RI.

Kepala MTs Negeri 6 Malang, Sutirjo, mengatakan bahwa kegiatan ini, untuk membekali akhlak para siswa. Termasuk supaya siswa bisa bersaing dunia revolusi industri 4.0. "Melalui peringatan Hari Santri Nasional, kami harapkan siswa bisa mengerti sejarah perjuangan santri dalam ikut memperjuangkan Kemerdekaan RI," ujar Sutirjo.

Selain koreografi Resolusi Jihad Santri, siswa juga menampilkan atraksi memakai payung. Termasuk menerbangkan pesawat kertas secara serempak, untuk mengenang Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie yang berpulang beberapa waktu lalu.

 

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Dr. H. Mustain, M.Ag yang hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan, peringatan Hari Santri yang digagas MTs Negeri 6 Malang ini sangat luar biasa. Mustain tak henti-hentinya memberikan pujian. "Semangat siswa di MTs N 6 Malang ini luar biasa. Kami berikan apresiasi sebesar-besarnya untuk MTs 6, karena memang sangat luar biasa," ucap Mustain.

Ditambahkan, peringatan Hari Santri memang selayaknya dirayakan dengan meriah. Karena peringatan Hari Santri Nasional tak lain untuk mengenang jasa para kiai dan santri, yang terlibat secara langsung memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Ini adalah semangat bangsa Indonesia, setelah diakui sebagai hari besar Nasional. Bukan sekedar peringatan biasa, karena disambut para santri dan kiai seluruh Indonesia," terangnya.

Lebih jauh, Mustain mengharapkan, momentum Hari Santri dapat dijadikan semua pihak untuk bersatu dan bersama-sama membangun bangsa. "Berikan nuansa sejuk, yang mengarah ke persatuan, kesatuan. Pokoknya NKRI harga mati," tegasnya.

 

Lebih lanjut, Mustain meminta santri harus berfikir maju. Karena perkembangan industri dan teknologi saat ini semakin pesat. "Santri tidak bisa, hanya bertahan dengan model zaman dulu. Walaupun santri, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Di pesantren, madrasah, rata-rata anak santri, harus dikenalkan dan dibekali untuk bisa bersaing dengan perkembangan teknologi informasi," tandasnya.

Sementara itu, salah satu siswi MTs Negeri 6 Malang, Ilmas Maulidia Nabila menuturkan, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memaknai Hari Santri. Salah satunya, dengan mengisi kegiatan dengan hal-hal yang positif. "Kita maknai dengan kegiatan positif, negatifnya mungkin bisa dikurangi. Tidak berperilaku anarkis dan radikalisme. Hari Santri bisa dimaknai dengan menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Santri seharusnya juga tidak menyebarkan berita hoax," papar siswi kelas IX ini.  (agp/udi/Malangpostonline.com)

Editor : udi
Uploader : irawan
Penulis : agp
Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU