Sinkronkan Kurikulum Demi Tingkatkan Keterserapan Tenaga Kerja

  • 22-10-2019 / 08:25 WIB
  • Kategori:Sekolah
Sinkronkan Kurikulum Demi Tingkatkan Keterserapan Tenaga Kerja SINERGI: Kabid PSMK Diknas Jatim Dr. Hartono, M.Pd., Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Jawa Timur Drs. Hery Trijono, M.Si., Ketua PBD Pusat, Kiran Belly dan Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim, ST., MM., bersama seluruh Kordinator Daerah PBD wilayah Jatim Bali usai  acara pelantikan.

Malangpostonline.com - Kabid PSMK Diknas Jatim Dr. Hartono, M.Pd., melantik dan mengukuhkan pengurus Pintar Bersama Daihatsu (PBD) Korwil Jatim Bali. Pelantikan dilaksanakan bersamaan dengan Penandatanganan Kurikulum Sinkronisasi TKRO SMK PBD Jatim Bali oleh Kabid PSMK Diknas Jatim dan Ketua PBD Pusat. 

Kurikulum dan Sinkronisasi TKRO disahkan oleh Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Jawa Timur Drs. Hery Trijono, M.Si. Acara tersebut dilaksanakan di Aula SMK PGRI 3 Malang, Senin (21/10) kemarin. M. Lukman Hakim, ST, MM., sebagai Kepala SMK PGRI 3, terpilih menjadi Koordinator PBD Wilayah Jawa Timur Bali. 

Dalam kesempatan tersebut, Kabid PSMK Diknas Jatim Dr. Hartono, M.Pd. mengungkapkan terpilihnya Lukman Hakim sebagai kordinator wilayah memang sangat tepat. Mengingat prestasi sekolah yang dipimpinnya mengalami kemajuan yang begitu pesat. "Ini luar biasa, karena prestasi SMK PGRI 3 memang patut dikedepankan," katanya. 

Menurutnya, Lukman Hakim merupakan Kepala Sekolah yang kreatif, memiliki semangat kerja yang tinggi, energik dan mempunyai kemauan yang keras untuk melakukan perubahan. "Inovasinya sangat bagus, saya kira karakter seperti itulah yang seharusnya juga dimiliki kepala sekolah yang lain," ungkapnya.

Hartono berharap, Lukman Hakim  sebagai koordinator mampu menjembatani sekolah-sekolah lain dengan memberikan masukan dan pengarahan demi kemajuan bersama. “Yang jelas kami harapkan semakin solid dan akan berdampak pada kualitas pembelajaran khususnya di bidang otomotif,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim, ST., MM., yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Jatim Bali, menargetkan angka keterserapan siswa mencapai 500. Ia mengaku untuk mencapai target tersebut tidak mudah meskipun terbilang angka yang realistis. 

Diperlukan beberapa upaya. Diantaranya dengan sinkronisasi kurikulum TKRO yang menjadi dasar pembelajaran oleh 42 sekolah binaan Daihatsu di wilayah Jatim Bali. "Target kami ingin memfokuskan kembali. Sebab kelas industri tanpa sinkronisasi itu kurang pas," katanya. 

Setelah dilakukan  sinkronisasi kurikulum  TKRO sekolah binaan dihimbau untuk semakin serius dalam mengimplementasinya dalam proses pembelajaran. Sinkronisasi menjadi upaya penyesuaian kurikulum pembelajaran dengan kebutuhan industri. "Tujuannya ketika siswa sudah lulus, mereka tidak canggung lagi, sebab SOP industri sudah dipelajari mereka saat di sekolah," terangnya.

Ketua PBD Pusat, Kiran Belly mengatakan terbentuknya formasi pengurus baru di Korwil Jawa Timur Bali akan semakin membantu kinerja PBD Pusat. Pasalnya, jumlah sekolah binaan yang bertambah semakin membutuhkan tenaga yang optimal. Hingga saat ini sudah ada 286 sekolah binaan Daihatsu di seluruh Indonesia.

Pengurus Korwil Jawa Timur Bali telah menyusun Iima koordinator daerah yang akan membantu suksesnya program PBD. Para pengurus yang telah dilantik tersebut selama ini dinilai sebagai orang-orang yang kompeten dari sekolah yang aktif untuk memimpin daerah masing-masing. “Dengan dilantiknya pengurus Korwil Jawa Timur Bali beserta para kordanya akan memperkuat legitimasi mereka,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan dari beberapa korwil, angka keterserapan siswa oleh Daihatsu semakin bertambah. Maka dengan diterapkannya program PDB diharapkan dapat semakin meningkatkan angka keterserapan siswa oleh Daihatsu. "Bahkan kami sempat kehabisan stok, karena ternyata program binaan yang kami lakukan, hasilnya tidak hanya dinikmati oleh kami sendiri, tetapi juga oleh industri lain," tandasnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU