Kembangkan Mata Pelajaran PKK, Siswa SMK PU Ciptakan Produk Kreatif

  • 24-10-2019 / 20:48 WIB
  • Kategori:Sekolah
Kembangkan Mata Pelajaran PKK, Siswa SMK PU Ciptakan Produk Kreatif KREATIF: Siswa-siswi SMK PU menunjukkan produk kreasi mereka sebagai hasil dari pengembangan mata pelajaran PKK.

Malangpostonline.com - Bagi beberapa SMK mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan sejak satu semester terakhir, belum bisa diimplementasikan dengan maksimal. PKK yang lebih mengedepankan suatu karya produk inovasi menjadi kesulitan tersendiri khususnya bagi SMK dengan program keahlian tertentu. 

Misalnya, siswa TKR yang orientasi masa depannya lebih menawarkan karya mereka berupa jasa. Mereka harus berpikir keras untuk membuat satu karya produk yang bisa diperjual belikan. 

Namun bagi SMK PU hal itu menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk terus berkreasi dan berinovasi. Sejauh ini program PKK di SMK PU dihasilkan dari siswa-siswi dari jurusan Teknik Pemesinan. 

Berbekal peralatan yang ada di sekolah dengan keterampilan yang telah mereka pelajari selama ini, siswa membuat keterampilan berupa gantungan baju dan vas bunga yang cantik. Bahan utama berupa lonjoran besi mereka potong, las dan didesain menjadi bentuk gantungan baju yang minimalis. 

Sedangkan vas bunga dibentuk menyerupai sepeda roda tiga dengan satu kolong kecil tempat vas bunga diletakkan. Sehingga produk tersebut terlihat cantik dan elegan. "Ini merupakan karya siswa kami sebagai wujud dari implementasi mapel PKK," ucap Kepala SMK PU, Drs. H. Idham Cholik, M.Pd, kepada Malang Post. 

Idham mengatakan, mapel PKK sementara ini diperuntukkan bagi siswa kelas XII. Dan sejauh ini anak didiknya telah mampu menciptakan satu produk kreatif. "Harapannya program ini menjadi model bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan mapel PKK yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian sekolah dan masih mencari formula yang pas," katanya. 

Sebagai calon lulusan SMK, siswa tidak cukup hanya kompeten tapi juga memiliki berbagai keahlian. PKK diharapkan menjadi salah satu terobosan yang bisa meningkatkan keahlian siswa. 

Idhan menjelaskan produk hasil dari mapel PKK ditekankan pada salah satu tiga kriteria. Yakni produk  kearifan lokal, match dengan industri atau produk kebutuhan masyarakat. 

Dalam hal ini pemerintah menghimbau agar produk yang dihasilkan oleh mapel PKK sesuai dengan bidang keahlian masing-masing siswa. 

Untuk menunjang aktualisasi dari program PKK maka guru harus kreatif dan inovatif. Jika tidak maka sulit untuk memunculkan ide-ide kreatif untuk membuat sebuah produk.

Menurut Idham, PKK sangat tepat menjadi salah satu mata pelajaran di SMK. Tujuannya untuk menambah bekal bagi kelas XII yang akan lulus. Baik bekal pengetahuan bagi siswa yang hendak masuk perguruan tinggi maupun mereka yang akan masuk dunia kerja. "Tujuan PKK yang memiliki fungsi kearifan lokal juga untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan," terangnya. 

Ketua Jurusan Teknik Pemesinan, Drs. Totok Purwanto menambahkan, PKK sebagai upaya untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan siswa. Sebab pada tahap pelaksanaannya di sekolah siswa diajarkan untuk melaksanakan kegiatan jual beli. "Dan ukuran keberhasilannya sejauh mana tingkat lakunya produk yang mereka jual. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Agar produk yang dibuat tidak biasa-biasa saja," tuturnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU