Hadiri Pelangi Bangsaku, Inayah Wahid Bangga Pada SMAK Kosayu

  • 27-10-2019 / 14:19 WIB
  • Kategori:Sekolah
Hadiri Pelangi Bangsaku, Inayah Wahid Bangga Pada SMAK Kosayu MOTIVASI: Inayah Wulandari Wahid memberikan apresiasi kepada civitas SMAK Kolese Santo Yusup atas terselenggarnya kegaiatan Pelangi Bangsaku ke-8.

 

Malangpostonline.com - Pelangi Bangsaku ke-8 SMAK Kolese Santo Yusup dihadiri oleh Tokoh Seni Indonesia, Inayah Wulandari Wahid. Inayah begitu takjub melihat warna warni Nusantara yang dibingkai dalam acara tersebut. Baru tiba di area acara, Putri bungsu Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, langsung disambut dengan tarian daerah selamat datang. 

Pelangi Bangsaku SMAK Kolese Santo Yusup tidak hanya menghadirkan seni dan pakaian adat Nusantara, tetapi juga memberikan wawasan akan kekayaan seni budaya bangsa yang ada di Tanah Air. 

Masyarakat dapat menyaksikan keragaman tersebut dalam satu rangkaian kegiatan Pelangi Bangsaku. Mulai dari penampilan seni di panggung acara hingga di stan-stan budaya yang ada di aula sekolah. "Baru pertama ini saya menghadiri kegiatan yang merepresentasikan Nusantara dan menggambarkan Indonesia seutuhnya," ucap Inaya memuji. 

Tidak sampai disitu, ia juga mengatakan bisa belajar banyak dari apa yang telah dipersembahkan siswa-siswi SMAK Kolese Santo Yusup. Menurutnya, Pelangi Bangsaku adalah kekayaan yang perlu disampaikan kepada masyarakat agar lebih mencintai budaya. "Hari ini saya belajar pada mereka dan bagi setiap orang penting untuk belajar kepada siapapun dan dimanapun, termasuk kepada siswa," katanya. 

Inaya menambahkan, bangsa Indonesia yang besar dengan segala kekayaan alam dan seni budayanya karena buah dari perjuangan. Semua rakyat Indonesia terlibat dalam memperjuangkan kekayaan tersebut. Tidak ada perbedaan suku, ras dan agama. "Indonesia adalah rumah kita, kalau tidak dijaga bersama dan tidak saling menjaga akan runtuh. Dan apa yang telah dilakukan oleh SMAK Kolese Santo Yusup adalah upaya untuk menjaga rumah kita ini," tuturnya. 

Pelangi Bangsaku digelar selama dua hari mulai Sabtu (26/10) akhir pekan lalu. Ada puluhan karya seni kreatifitas yang ditampilkan siswa. 

Setiap dua tahun sekali digelarnya Pelangi Bangsaku selalu menampilkan satu ikon seni budaya yang ada di Indonesia. Tahun lalu mengangkat tema tentang Papua. Dan tahun ini ikon Pelangi Bangsaku adalah Sumatera.  

Beberapa seni tari yang ditampilkan antara lain Tarian Ruai, Tarian Mappa Dendang, tarian Gading Alit, Tarian Bedana Kipas dan lain sebagainya. Siswa juga menampilkan tari yang dikolaborasi dengan karya drama. 

Seperti drama kisah kepahlawanan Cut Nyak Dien. Ada juga penampilan Folk Song. Dengan judul surga kecil, Ole Sio, Sio Mama, Luk Eluk Lumbung dan lain-lain.

Sebagai apresiasi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Walikota Metro yang diwakili oleh Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dan juga hadir dalam acara tersebut Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Lebih spesial lagi, Pelangi Bangsaku yang ke-8 ini, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Malang Ir. Sofyan Edi Jarwoko. 

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Edi Jarwoko turut mengapresiasi atas digelarnya kegiatan Pelangi Bangsaku. Menurutnya Pelangi Bangsaku yang digelar SMAK Kolese Santo Yusup merupakan gambaran dari kebhinekaan yang memperkuat persatuan bangsa. "Menurut kami ini asset yang mahal, sebagai cara dan sarana untuk membangun nilai yang terkandung dalam Pancasila," ucapnya. 

Sofyan Edi merasa bangga menghadiri kegiatan yang penuh dengan estetika dan nilai-nilai toleransi. Apalagi kata dia, tiga pemerintah daerah di Malang Raya sedang gencar gencarnya membangun kehidupan yang guyup dan rukun. "Kami yakin Pelangi Bangsaku mampu menjadi salah satu sarana membangun satu kehidupan yang harmonis," kata dia. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Yohana Ika Dewanti menambahkan, Pelangi Bangsaku sebagai sarana untuk menghargai nilai seni budaya. Sebab budaya lokal merupakan sumber dari kekayaan budaya nasional. Dan seluruh isi acara yang terangkai dalam acara Pelangi Bangsaku merupakan implementasi dari nilai-nilai Pancasila. "Karena dengan Pancasila kita dapat hidup selaras dan berdampingan," ujarnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU