Tak Ingin Lulusan SMA Nganggur, Terapkan Double Track

  • 29-10-2019 / 12:30 WIB
  • Kategori:Sekolah
Tak Ingin Lulusan SMA Nganggur, Terapkan Double Track PAPARKAN: Muchlis Arif selaku pemateri dari Mata Hati Keramik memaparkan hasil karya keramik pada siswa-siswi SMA Islam Kota Batu kemarin.

Malangpostonline.com, BATU - Peningkatkan kualitas lulusan SMA di Kota Batu terus dilakukan oleh pihak sekolah. Salah satunya adalah SMA Islam Kota Batu yang menjalankan program Double Track dengan bekerja sama dengan  dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang ada di Kota Batu agar lulusan SMA yang tak melanjutkan di Perguruan Tinggi (PT) memiliki ketrampilan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMA Islam Batu, Drs. Robby Harmono bahwa banyaknya lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan ke PT membuat pihaknya melakukan laounching Double Track dengan menggandeng Kaliwatu - Mata Hati Keramik dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlesnsi BNSP.

"Masih banyaknya lulusan SMA di Kota Batu adalah siswa kurang mampu dan tidak bisa melanjutkan ke PT menjadi masalah tersendiri saat lulus sekolah. Karena itu melalui Double Track ini kami beri siswa lifeskill agar saat lulus mereka juga siap bersaing di dunia industri," ujar Robby kepada Malangpostonline.com, Senin (28/10) kemarin.

Dengan adanya program Double Track di SMA Islam Kota Batu, lanjut dia, setidaknya lulusan nantinya tidak hanya memiliki ijazah. Tapi juga sertifikat dunia usaha sesuai ketrampilan.

"Tak hanya itu, karena kami juga bekerja sama dengan LSP. Maka lulusan juga akan mengikuti ujian sertifikasi. Sehingga mereka akan terjamin standar ketrampilan yang dimiliki untuk siap kerja," bebernya.

Dalam pelaksanaanya, program tersebut diikuti oleh kelas X dan XII dengan model ekskul atau diluar jam sekolah. Tiga ketrampilan yang diberikan adalah pelatihan kepariwisataan, kerajinan keramik dan batik, serta pelatihan komputer. Semuanya menggendengn instruktur handal di dibidangnya.

Asesor uji kompetensi LSP dr. Cahya Budhi Irawan M.M menambahkan bahwa saat ini semua karyawan wajib ikut sertifikaso uji kompetensi terkait bidang. Sehingga akan diketahui apakah seorang memang ahli dibidangnya. Ia mencontohkan, misal bagi seorang chef harus memiliki LSP.

"Kehadiran Double Track sangat penting bagi menyiapkan SDM yang terstandariasi melalui uji kompetensi yang akan diikuti oleh profesional. Dengan begitu paling tidak mereka yang lulus uji kompetensi bagi siswa SMA mereka akan punya ijazah, sertifikat dunia industri, plus sertifikasi dari BNSP," urainya.

Sementara itu, Muchlis Arif selaku pemateri dari Mata Hati Keramik menambahkan jika pelatihan yang diberikan di dunia industri kreatif agar siswa nanti mampunya bersaing di dunia yang menuntut persaingan. Apalagi Kota Batu sebagai destinasi pariwisata memiliki peluang besar untuk tumbuhnya industri kreatif.

"Untuk pendidikan informal ini setidaknya hampir setara dengan D1. Khusus pelatihan yang saya berikan adalah kriya keramik mulai dari teori, praktik pembentukan, dekorasi, pembakaran, hingga pameran," pungkasnya. (eri/Malangpostonline.com)

Editor : eri
Uploader : irawan
Penulis : eri
Fotografer : eri

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU