Brahmantyo Dan Rachel Menjadi Kakang Mbakyu Panderman Pertama SMPK Sanmar 2

  • 29-10-2019 / 22:07 WIB
  • Kategori:Sekolah
Brahmantyo Dan Rachel Menjadi Kakang Mbakyu Panderman Pertama SMPK Sanmar 2 FINALIS: Para finalis Kakang Mbakyu Panderman bersama Kepala SMPK Santa Maria 2, Sr. M. Dorothea, SPM., S.Pd., dan Waka Kesiswaan, Anna Sri Supeni Maria, S. Pd.

Malangpostonline.com - Mulai tahun ini SMPK Santa Maria 2 Malang mempunyai Kakang dan Mbakyu. Benediktus Brahmantyo Adhi siswa kelas 8 dan Rachel Catra Camellia Putri siswi kelas 9, dinobatkan sebagai pasangan Kakang Mbakyu Panderman setelah melalui seleksi yang ketat. Penobatan keduanya dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10) lalu. 

Ditemui Malangpostonline.com Selasa (29/10) kemarin, Rachel Catra Camellia Putri menyampaikan rasa senangnya menjadi Mabkyu Panderman yang pertama. Meskipun begitu, siswi kelahiran Bekasi ini, mengatakan menjadi Kakang Mbakyu tidak cukup hanya dengan bangga saja. 

Ada banyak tugas yang harus ditunaikan sehingga keberadaan Kakang dan Mbakyu benar-benar bermanfaat bagi sekolah. "Untuk saya sendiri tidak akan muluk-muluk. Sebagai Kakang Mbakyu Panderman yang pertama, yang paling utama bisa menjadi teladan bagi siswa lain," ucap siswa kelas 9 yang memiliki bakat modelling ini. 

 

Rachel juga punya tugas untuk memperkenalkan SMPK Santa Maria 2, sehingga sekolah di Jalan Panderman ini lebih dekat dengan masyarakat. "Tugas kami juga mempromosikan sekolah agar semakin dikenal masyarakat sebagai sekolah yang unggul," terang siswa yang juga pengurus Ketua Bidang Akademik OSIS SMPK Santa Maria 2 ini. 

Waka Kesiswaan, Anna Sri Supeni Maria, S. Pd., menjelaskan pemilihan Kakang Mbakyu Panderman diawali dari seleksi kelas, hingga menjadi lima putra dan lima putri. Selanjutnya para kandidat mengikut seleksi dengan sistem tanya jawab di depan umum. 

Pertanyaan yang diajukan seputar lingkungan sekolah. Para juri menilai sesuai pandangan peserta sebagai generasi muda. Diantara pertanyaannya terkait fungsi dan penggunaan teknologi, inner beauty dan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. "Penilaian juri berdasarkan pada body language peserta, kepercayaan diri, penggunaan bahasa dan argumentasinya," terang Anna. 

Ia manambahkan, Kakang dan Mbakyu terpilih nantinya akan menjadi duta sekolah dalam bidang lingkungan. Dan yang paling utama keberadaan mereka menjadi cerminan, idola dan teladan yang baik bagi siswa lainnya. “Kita akan jadikan program Kakang Mbakyu ini menjadi program tahunan sekolah kita. Semoga nantinya mereka yang terpilih mendapatkan aprsiasi khusus dari sekolah agar siswa termotivasi,” katanya.  

Kegiatan Hari Sumpah Pemuda di SMPK Santa Maria 2 juga dimeriahkan dengan perlombaan lainnya. Salah satunya majalah dinding dua dimensi. Sebagai wadah bagi siswa untuk menuangkan inspirasi mereka dalam bentuk tulisan.  

Kepala SMPK Santa Maria 2, Sr. M. Dorothea, SPM., S.Pd., mengatakan Sumpah Pemuda merupakan momentum bersejarah yang membuktikan perjuangan para pemuda Indonesia dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. “Maka kami berharap para siswa SMPK santa Maria 2 menjadi pemuda yang berkualitas, berkarakter dan mencintai persatuan dan kesatuan, dalam meneruskan perjuangan pemuda bangsa,” katanya. 

Dalam memeriahkan hari sumpah pemuda siswa-siswi SMPK Santa Maria 2 memakai baju daerah agar bisa menghargai budaya dan merajut persatuan. Satu sama lain dapat bersatu tanpa melihat perbedaan suku, ras dan warna kulit. “Karena nilai yang ditekan dalam SMPK Santa Maria 2 adalah nilai persaudaraan dan kasih. Kami ingin nilai tersebut terbentuk melalui berbagai perlombaan yang kami gelar,” tukasnya.(imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU