Sukses Terapkan Pembelajaran Berbasis STEM, SMK PGRI 3 Siap Berbagi Ilmu

  • 03-11-2019 / 19:22 WIB
  • Kategori:Sekolah
Sukses Terapkan Pembelajaran Berbasis STEM, SMK PGRI 3 Siap Berbagi Ilmu PRESENTASI: Guru SMK PGRI 3 mempresentasikan sistem pembelajaran berbasis STEM yang diterapkannya selama ini

Malangpostonline.com - SMK PGRI 3 Malang, sharing program implementasi pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) kepada guru-guru SMK se Kota Malang. Sebagaimana diketahui  STEM merupakan salah satu pendekatan materi pembelajaran  yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajaran abad 21.

Dalam hal ini, SMK PGRI 3 Malang menggelar kegiatan bertajuk Ekspose Hasil Implementasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis STEM serta Pameran Produk Kreatif Pembelajaran Berbasis 4.0, Kewirausahaan Berbasis Daring dan Offline. 

Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim, ST., MM., mengatakan sebagai salah satu SMK Revitalisasi Binaan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika (PPPPTK BOE), SMK PGRI 3 beberapa waktu lalu mendapat kesempatan untuk mengikuti Diklat Implementasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis STEM. 

Dari diklat tersebut banyak ilmu yang didapat terkait implementasi STEM, sebagai suatu pendekatan yang mengintegrasikan sains, teknologi, engineering, dan matematika, pada proses pembelajaran. "Orientasinya pada pokok pemecahan masalah dalam kehidupan nyata, sekaligus penguatan implementasi Kurikulum 2013," katanya.
Lukman berharap dalam waktu dekat, semakin banyak sekolah sekolah kejuruan yang akan mengimplementasikan STEM sebagai kurikulum implementasi di sekolah masing-masing. "Sebagai bagian dari SMK di Jawa Timur kami siap untuk berbagi kebaikan dengan semua sahabat dan kawan-kawan SMK yang hadir, untuk mengembangkan dan mempersiapkan kurikulum STEM bersama-sama," imbuhnya.

Ketua Kelas Guru SMK PGRI 3 Malang, Yanri Nur. W, mengungkapkan ekspose hasil implementasi pendekatan pembelajaran berbasis STEM oleh SMK PGRI 3 sebagai upaya belajar bersama dalam upaya peningkatan kualitas SDM guru SMK. "Kami bukan merasa yang terbaik, hanya saja kami yang mengetahui lebih dulu jadi merasa perlu untuk berbagi pengetahuan," ujarnya. 

Menurutnya pembelajaran berbasis STEM yang bermuara pada keterampilan belajar abad 21 penting untuk dikembangkan, sebagai bentuk kesiapan lembaga pendidikan dalam menyongsong era revolusi industri 4.0. Karena sistem pendidikan STEM memberikan kesempatan luas pada siswa untuk lebih aktif, sementara guru sebagai motivator dalam kegiatan belajar mengajar. 

Ia mengatakan, penerapan STEM di SMK PGRI 3 Malang dimulai sejak Bulan Juni 2019, tepatnya pada awal semester ganjil. Dari sekitar empat bulan menerapkan sistem tersebut, diketahui bahwa pendekatan STEM tidak bisa untuk semua mata pelajaran. Hanya untuk beberapa Kompetensi Dasar yang bisa dikolaborasikan. "Karena STEM juga membuat produk. Perlu keterkaitan antara KD yang dipelajari," imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, SMK PGRI 3 juga memamerkan karya-karya siswa berupa produk hasil pembelajaran. Antara lain produk dari bidang keahlian elektronika, otomotif, TIK dan lain-lain.  

Yanri mengatakan pameran produk yang dipertontonkan dalam acara tersebut sebagai bukti bahwa STEM yang dilaksanakan selama ini membuahkan hasil. "Dengan harapan sekolah lain juga tertarik menerapkannya," kata dia.

Ia menegaskan penerapan pembelajaran berbasis STEM diperlukan kolaborasi antar guru . Tidak bisa sendiri-sendiri. 

Kesulitan yang pasti dialami guru saat membuat perencanaan di awal semester. Tentang cara pembelajaran dan penentuan waktu. "Kalau perencanaan di awal sukses maka pelaksanaannya  akan mudah. Maka yang ditekankan paling utama adalah kolaborasi," tegasnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU