Seminar SMK PIM, Guru Harus Jadi Pembimbing Kece di Zaman Now

  • 16-11-2019 / 19:39 WIB
  • Kategori:Sekolah
Seminar SMK PIM, Guru Harus Jadi Pembimbing Kece di Zaman Now FOTO BERSAMA: Guru-guru SMK PIM berfoto bersama dengan dr. Frilya Rachma Putri, SpKJ (K), psikiater anak dan remaja, Sabtu (16/11).

Malangpostonline.com - Pola mengajar atau mendidik murid di zaman era millennial, sudah harus menyesuaikan dengan zamannya. Artinya, tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Yang paling mudah untuk diterapkan adalah menyesuaikan bahasa mereka, tapi bukan berarti tidak berwibawa di depan murid. Hal ini dikatakan dengan dr. Frilya Rachma Putri, SpKJ (K) kepada guru-guru SMK Putra Indonesia Malang (PIM).

Selama 1,5 jam, psikiater anak dan remaja tersebut memberikan materi dalam seminar bertajuk “Menjadi Pembimbing KECE di Zaman Now", Sabtu (16/11) di sekolah Jalan Barito No 5 Kota Malang tersebut. “Sudah tidak cocok menggunakan metode seperti zaman kita sekolah dulu. Kita harus jadi figur atau role model yang memberi contoh tepat. Bisa dengan cara mengikuti cara bicara mereka,” terangnya.

 

Staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya itu memaparkan, untuk menjadi guru yang keren, diperbolehkan memberikan edukasi dengan cara-cara yang menyenangkan. “Membuat fun untuk anak-anak didik agar mereka tidak bosan. Tapi bukan berarti mengubah semua proses pendidikan jadi hilang arah. Harus tetap ada batasan bahwa saya adalah guru kamu,” ungkap psikiatri di RSSA Malang tersebut.

“Intinya, jangan jadi guru sebagai seorang yang superior. Namun juga harus berperan jadi mediator. Berperan sebagai teman. Guru kece bisa menerima aspirasi muridnya. Yang bisa memahami apa yang diinginkan, tapi bukan berarti memberikan semua yang mereka inginkan. Sebab, anak muda cenderung kreatif, memberikan banyak inovasi dan lebih produktif,” urai dokter wanita ini panjang lebar. 

Tentunya, tegasnya, komunikasi tidak satu arah, tetapi harus dijalankan dua arah. “Memang sekarang ini, tugas seorang guru menjadi sangat berat. Harus pula merasakan apa yang murid pikirkan dan rasakan. Tidak bisa lagi, murid harus mendengar semua yang dikatakan guru. Tapi wibawa tetap harus terpelihara. Banyak konflik yang terjadi antara guru dengan murid karena pola komunikasi yang tidak efektif,” paparnya lagi.

Kepala SMK PIM, Siti Zubaidah, S.Pd menyambut baik seminar tentang bagaimana cara menjadi guru atau pembimbing yang kece. “Kegiatan awal seminar diawali dengan kegiatan pretest tentang profil remaja dan perkembangan untuk menggiring peserta seminar memasuki dunia siswa dan segala permasalahannya. Sehingga ketika seminar, dapat lebih faham dengan target yang diinginkan sekolah,” katanya. (mar/Malangpostonline.com)

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU