Tingkatkan Kerjasama Internasional, SMKN 1 Singosari Buka Networking dengan China

  • 27-11-2019 / 16:16 WIB
  • Kategori:Sekolah
Tingkatkan Kerjasama Internasional, SMKN 1 Singosari Buka Networking dengan China TEKUN: Aktivitas pembelajaran di kelas SMKN 1 Singosari dilengkapi dengan sarana belajar yang memadai.

Malangpostonline.com - SMK Negeri 1 Singosari tengah serius melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Setalah menjalin kerjasama dengan beberapa negara di Asean, kini SMK Negeri 1 Singosari sedang merintis jalan kerjasama dengan beberapa industri dan perguruan tinggi di China. Rabu (27/11) kemarin, Kepala SMK Negeri 1 Singosari Drs. H. Imam, MMT., terbang ke China dan beberapa 20 Kepala SMK seluruh Indonesia. 

Sehari sebelumnya, Imam mengatakan pengembangan sayap hingga ke China tidak lain untuk membuka pintu kerjasama. Tujuannya membuat akses bagi siswa untuk menggali pengetahuan dan pengalaman di Negari Tirai Bambu tersebut. “Karena kita tidak bisa hanya berkutat di Indonesia saja. Harus berani melompat jauh lintas Negara untuk mencari ilmu yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia,” katanya kepada Malang Post. 

Salah satu alasan pengebamgan program internasionlisasi tersebut karena SMKN 1 Singosari termasuk SMK yang menerapkan program belajar empat tahun. Khususnya untuk bidang keahlian otomasi industri. 

Di era Maysarakat Ekonomi Asean (MEA) SMKN 1 Singosari merasa perlu membangun link atau kerjasama dengan asean dan tiga negara lainnya. Yaitu China, Korea dan Jepang. Sebalumnya juga sudah terjalin kerjasama dengan Malaysia dan Thailand. 

Dipilihnya China kali ini dengan pertimbangan negara tersebut termasuk negara yang kuat di banyak sektor dengan perkembangannya di berbagai bidang. “Sehingga kita banyak belajar dari mereka. Untuk bisa mendorong dan mengangkat potensi yang ada di Indonesia,” ujar Imam. 

Rencana kerjasama dengan China sementara ini fokus dengan beberapa Perguruan Tingginya. Jadi lebih berarah pada kelanjutan jenjang pendidikan siswa sesuai bidang keahlian masing-masing. “Saat ini kami masih mau penjajakan untuk jurusan-jurusan yang bisa dikerjasamakan dengan kampus disana,” imbuhnya.

Imam menuturkan, bagi siswa dengan program empat tahun nantinya diarahklan pada tiga posisi,  yaitu bekerja, melanjutkan studi atau wiraswasta. Jika pilihannya bekerja maka di tahun keempat siswa magang di industri sambil belajar bahasa asing. 

Kalau pilihannya kuliah, SMKN 1 Singosari telah menyiapkan kerjasama dengan Politeknik. Pihak sekolah dan politeknik akan memetakan mata kuliah yang singkron dengan jurusan. Sehingga pada saat siswa lulus dari program empat tahun sudah setara dengan D1. “Tapi kalau pilihannya ke bidang wiraswasta, kita carikan pengusaha yang akan membimbing anak-anak untuk menjadi wirausahawan yang handal,” tambahnya.  

Pada pada Hari Sabtu mendatang, Waka Humas SMKN 1 Singosari H. Achmad Djuliadi, M.Pd rencananya juga akan meluncur ke luar negeri, yaitu ke Thailand. Kalau ke China lebih pada kerjasama dengan perguruan tinggi, maka kerjasama dengan Thailand lebih pada program pertukaran pelajar dan magang siswa di industri.  “Kami juga menggali kompetensi jurusan mana yang akan dipasangkan dengan industri yang ada di Thailand,” ujar Djuliadi. 

Ia menambahkan, salah satu siswa SMKN 1 Singosari saat ini juga ada yang sedang magang di salah satu perusahaan Jepang yang ada di Thailand. Menurutnya magang di industri merupakan penerapan dari dual system untuk SMK. “Penggunaan model dual system berarti mengikut sertakan dunia industri bergabung dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, sehingga bisa mewujudkan SDM yang berkualitas dalam menyongsong masa depan yang penuh tantangan,” imbuhnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU